Bincang-bincang dengan Tetangga Kos dan Keluarga Korban Kebakaran di Dok V Bawah  

Minggu, sekitar pukul 10.00 WIT warga RT 03/01 kelurahan Mandala Distrik Japut dikagetkan dengan kebakaran rumah kos 2 lantai, dalam musibah kebakaran itu selain korban materil, juga ada satu korban jiwa penghuni kos, Bagaimana ceritanya?

Tim Labfor Polda Papua melakukan olah TKP dan memintai keterangan saksi/ penghuni kos yang terbakar di Dok V Bawah, Kelurahan Mandala, Senin (12/10)kemarin. ( FOTO: Priyadi/Cepos)

Laporan: Priyadi 

Yang tersisa kini hanya puing-puing bekas kebakaran, di lokasi tersebut, tampak anggota Polri tengah melaukan olah TKP di tempat kejadian. Keluarga korban, ketua RT dan warga setempat turut menyaksikan proses olah TKP. 

 Proses olah TKP berjalan dengan lancar, kesempatan  itu, Labfor Polda Papua juga meminta keterangan saksi yang tinggal di rumah kos tersebut. 

 Dalam olah TKP tampak puing-puing sisa kebakaran berserakan baik itu barang elektronik yang sudah hangus terbakar maupun kayu -kayu yang sudah menjadi arang dan sisa pakaian terlihat berserakan di rumah petak kos itu. 

 Kata Ketua RT 03/ RW 01, Dok V Bawah, Kelurahan Mandala, Yono mengatakan Nur Kolis (Almarhum) merupakan orang baik, ramah  dan suka bercanda, dan dibanding penghuni kos yang lain beliau merupakan  penghuni kos terlama. Dan sehari-hari Nur Kolis menjual nasi goreng di Dok V tepatnya di depan SMKN 1 Jayapura.  

 Dia mengatakan, selama ini almarhum tinggal sendiri, untuk anak-istri ada di jawa, almarhum tidak pernah terlihat ada masalah dengan orang, justru suka bercanda dan berkumpul di Pos Kamling.

 “Saya sangat terpukul dan sedih kenapa almarhum pakde Kolis meninggal dunia dengan cara seperti ini, orangnya baik, ramah suka bercanda dan sudah lama tinggal di kos sini, keluarganya tinggal di jawa,’’katanya.

Kakak kandung almarhum, Syamsudin mengatakan Nur Kolis  memang orangnya baik, ia selama ini hidup mandiri sambil bekerja sebagai penjual nasi goreng, 

 “Dengan musibah ini keluarga di jawa sudah menerimanya dan dengan kondisi almarhum yang begini, untuk pemakaman nanti kita usahakan di Koya saja, supaya tidak merepotkan semuanya,’’ucapnya.

 Syamsudin mengakui, penyebab kebakaran ini belum diketahui apakah betul dari kompor meledak atau dari apa,  karena semua akan diserahkan saja kepada pihak berwajib dan selama ini almarhum tidak pernah ada musuh karena orangnya baik dan suka menolong.

   Sementara itu, tetangga kos almarhum  Yadi dan Muklis mengatakan pagi harinya sekitar pukul 07.00 WIT Pakde (sebutan Nur Kolis) sempat turun ke bawah untuk mengangkat air, namun kondisi Pakde sepertinya lemas. Dan mereka berdua sama sekali tak menyangka kebakaran yang merengut nyawa Pakde. 

 Kurang lebih tiga jam kemudian dia mendengar bunyi ledakan di kosan bagian atas atas dan tiba-tiba api membesar. Tanpa pikir panjang ia langsung lari keluar menyelamatkan diri dan berteriak kebakaran.  Keduanya pun sama sekali tak menyangka Pakde Nur Kolis yang ikut menjadi korban kebakaran. (*/wen)