Erwan ( foto: Ist/Cepos)

MERAUKE – Pada tahun 2012, PT. Bio Inti Agrindo  (BIA) memulai bisnisnya di tanah Papua tepatnya di wilayah Merauke. Pada saat itu, belum ada satupun jaringan yang bisa digunakan untuk berkomunikasi, baik melalui telepon maupun internet. Seiring sejalan dengan pembangunan bisnisnya, PT. BIA berkomitmen untuk membangun daerah di sekitarnya. 

   Pada awal tahun 2014 – 2016, PT. BIA melakukan kerja sama dengan Telkomsel untuk mewujudkan akses telekomunikasi di sekitar wilayah kerja PT. BIA. Asisten Manager Representatif   Office PT BIA Erwan, menjelaskan bahwa kerja sama antara 2 perusahaan ini, biasa disebut B2B atau Business to Business

  Dari hasil kerja sama tersebut, jelas dia, berhasil merealisasikan 2 tower dengan kapasitas jaringan 2G di sekitar wilayah Estate A PT. BIA. “Saat itu, layanan telekomunikasi yang dapat dinikmati masih berupa layanan telepon dan layanan pesan singkat (SMS), juga data EDGE walaupun belum maksimal kala itu,” katanya. 

   Seiring berjalannya waktu, PT. BIA terus melanjutkan program kerja yang telah dibuatnya. Dikatakan, dalam kurun waktu 2018 – 2020, PT.BIA berusaha menghadirkan layanan 4G berkualitas dalam genggaman meskipun berada di daerah pelosok. Dan masih bekerja sama dengan Telkomsel.

   “Pada bulan Maret 2020 lalu, layanan 4G berhasil on air dan dinikmati oleh masyarakat di wilayah sekitar Merauke – Tanah Merah,” tambahnya.

   Kemudian dilanjutkan pada bulan Mei 2020 lalu, sebanyak 3 (tiga) tower dengan layanan 4G dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat di sekitar Merauke di Kampung Muting. Dengan hadirnya jaringan 4G Telkomsel, maka masyarakat kini dapat menikmati layanan berbasis broadband yang lebih maksimal.

   “Kami percaya dengan hadirnya teknologi komunikasi, jarak dan waktu bukan lagi menjadi hambatan. Karena terhubung dengan dunia luar adalah modal utama Papua untuk dapat maju dan berkembang. Hal ini seiring sejalan dengan program Corporate Social Responsibility,” tambahnya. (ulo/tri)