Ridwan Bento Madubun.( FOTO: Erik / Cepos)

Persipura Jayapura

JAYAPURA – Dalam rapat virtual PSSI bersama PT LIB dan semua pemilik klub Liga 1 beberapa hari lalu belum memutuskan mengenai nasib kompetisi Liga 1 dan Liga 2. Melainkan, PSSI dan LIB sekedar mendengar masukan dari para kontestan, apakah kompetisi akan dilanjutkan atau dihentikan secara permanen.

Alhasil, 18 tim Liga 1 memiliki beberapa putusan masing-masing. Persiraja, Borneo FC, Persib Bandung, Bali United, Tira Persikabo meminta kompetisi dilanjutkan.

Sementara Madura United, Persebaya Surabaya, PSIS Semarang, PSM Makassar, Barito Putera, Persita Tangerang, Persela Lamongan, Bhayangkara FC, Persik Kediri meminta kompetisi dihentikan.

Arema FC, Persija Jakarta, PSS Sleman memiliki dua pilihan, dihentikan dan lanjut dengan bersyarat. Dan untuk Persipura Jayapura memilih abstain. Asisten Manajer Persipura Jayapura, Ridwan Bento Madubun mengatakan, bahwa Persipura pada dasarnya setuju bila kompetisi benar-benar mendapatkan ijin dari pemerintah untuk menggelar kompetisi.

“Karena prosedur dan protokol kesehatan harus diperhitungkan, karena bila ada satu saja pemain yang terpapar, maka protokolnya adalah seluruh tim itu harus diisolasi atau dikarantina, nah selanjutnya bagaimana?. Itu yang harus dihitung baik,” ungkap Bento kepada Cenderawasih Pos melalui via telepon selulernya, Kamis (28/5) siang kemarin.

Menurut Bento sapaan akrabnya, kondisi penanganan covid-19 di daerah di indonesia berbeda-beda. Termasuk pembatasan sosial dengan menutup akses bandara dan pelabuhan.

“Termasuk dengan penerapan PSBB di beberapa daerah, termasuk penutupan bandara dan pelabuhan di Papua juga sudah kami sampaikan, karena kondisi-kondisi seperti ini tidak bisa diabaikan,” ujarnya.

Bila nantinya kompetisi harus dihentikan secara permanen, Bento berharap PSSI segera menentukan status kompetisi agar tidak terkesan menggantung.

“PSSI akan mempertimbangkan semua hal tersebut untuk mengambil keputusan yang dianggap penting bagi sepakbola Indonesia,” tandasnya. (eri/gin)