Ketua Pengprov PBVSI Papua, Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw saat memberikan keterangan kepada awak media saat ditemui di lapangan futsal Boulevard Entrop, Kota Jayapura, Sabtu (14/3) malam.  ( FOTO: Erik / Cepos)

PON 2020 Papua

JAYAPURA – Ketua Pengprov Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Papua, Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw mengatakan, bahwa progres pembangunan venue voli secara keseluruhan yang berada di Koya Koso, Jayapura, telah mencapai 80 persen dan ditargetkan rampung pada bulan Juni mendatang. 

Pria yang juga menjabat sebagai Kapolda Papua itu membeberkan, bahwa venue pasir maupun indoor telah disambangi oleh tim Tecnical Delegate (TD) cabang olahraga Voli untuk melihat kesiapan venue tersebut. Sehingga yakin progresnya akan sesuai target. 

“Ada dua orang tim TD telah melihat perkembangan pembangunan venue voli pasir dan voli indoor di Koya Koso, sudah 80 dan kita targetkan Juni sudah bisa rampung dan digunakan,” ungkap Waterpauw kepada awak media saat ditemui di lapangan futsal Boulevard Entrop, Kota Jayapura, Sabtu (14/3) malam. 

Selain Venue, Waterpauw juga membeberkan mengenai kesiapan atletnya jelang pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX pada bulan Oktober mendatang. 

Dijelaskan, saat ini atlet Voli PON Papua terus digembleng di Pulau Jawa untuk mampu memberikan prestasi terbaik saat penyelenggaran even olahraga empat tahunan tersebut. 

“Tim PON kita kita pindahkan dari Mabes TNI Angkatan Laut di Jakarta ke Banyuwangi, karena di sana GOR dan tempat penginapan jadi satu. Serta sarana latihannya cukup memadai dan juga banyak lawan uji tanding,” ujarnya. 

Dijelaskan, saat ini pihaknya memiliki 12 atlet masing-masing putra/putri dan empat atlet untuk voli pasir putra/putri.

“Atlet 12 orang putra dan 12 putri, dan 2  putra dan 2 putri untuk voli pasir. 

Meski begitu, namun Waterpauw tetap menyiapkan beberapa atlet, baik voli pasir maupun voli indoor untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. 

“Meski kuota hanya 12-12 indoor, tapi kami pengurus tetap akan menyiapkan cadangan untuk mengantisipasi sewaktu-waktu ada gangguan kesehatan atau fisik atlet,” tandanya. (eri/gin).