Lebih Jauh soal RT/RW Tangguh Covid 19 Provinsi Papua

Kepala Satpol PP dan Penanggulangan Bencana Daerah, Welliam Manderi, (FOTO: GRATI/CEPOS)

Hingga kini, Indonesia masih berkutat dengan Covid 19. Tak terkecuali di Provinsi Papua, di mana Pemerintah Provinsi Papua terus berupaya dalam mengendalikan penyebaran Covid 19 di masyarakat. Salah satu program yang baru diluncurkan adalah RT/RW Tangguh Covid 19 Provinsi Papua. Berikut Laporan Cenderawasih Pos

Laporan: GRATIANUS SILAS, Jayapura

Kesan manis peluncuran RT/RW Tangguh Provinsi Papua yang dilakukan langsung Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sekaligus Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid 19 Nasional, Doni Monardo, saat kunjungannya bersama Menteri Kesehatan dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Selasa (7/7) lalu.

Diketahui, RT/RW Tangguh yang merupakan program dari Kepala Satpol PP dan Penanggulangan Bencana Daerah, Welliam Manderi, dibentuk dalam menginisiasi pemberdayaan masyarakat, lahirnya kesadaran, inisiatif, serta tumbuhnya solidaritas sosial masyarakat yang majemuk dalam pencegahan dan penanganan Covid 19 di tingkat RT/RW, sehingga perlu dikembangkan dan didampingi perannya dalam pencegahan dan penanggulangan Covid 19 yang melibatkan semua stakeholder terkait.

Adapun tujuan dari program RT/RW Tangguh ini untuk memberikan pendampingan dalam pencegahan dan penanganan serta memberikan stimulant penyediaan saran dan prasaran untuk pemenuhan protokol kesehatan yang harus dilakukan oleh semua elemen masyarakat.

“Jadi, dari program RT/RW Tangguh ini, terdapat 4 RT/RW di Kota Jayapura dan 2 RT/RW di Kabupaten Jayapura yang menjadi pilot project. Pelaksanaan program ini juga melibatkan kerja sama dengan Satuan Gugus Tugas Kabupaten dan Kota Jayapura, yang juga melibatkan lembaga-lembaga berpengalaman dalam upaya pemberdayaan masyarakat, seperti Forum PRB Perguruan Tinggi Papua, UNICEF, serta melibakan pula tokoh masyarakat dan tokoh agama,” terang Welliam Manderi kepada Cenderawasih Pos.

“Secara teknis, ini juga didukung puskesmas dan kelurahan yang pendampingannya akan dilakukan selama satu bulan,” sambungnya.

Adapun Manderi menguraikan program kegiatan RT/RW Tangguh meliputi; deteksi dini dan kajian risiko Covid 19, melakukan pencegahan dalam wujud edukasi, mitigasi, dan sosialisasi. Tidak ketinggalan, dalam penanganan Covid 19, programnya antara lain, tatalaksana rumah isolasi mandiri, penanganan kasus Covid, pemakaman jenazah Covid dan cara penggunaan APD serta sistem komunikasi dengan fasilitas kesehatan.

“Yang menjadi program kegiatan dalam RT/RW ini juga adalah membangun stigma positif masyarakat melalui program “Sa Jaga Ko, Ko Jaga Sa, Kitong Semua Selamat,” terangnya.

Manderi mengungkapkan bahwa basis program ini terletak di masyarakat. Artinya, di tingkat kampung, di kelurahan, maupun di RT/RW tempat masyarakat tinggal. Namun, basis program yang paling kecil adalah di keluarga.

“Keluarga pun di sisi lain harus mengambil peran untuk melaksanakan apa yang bisa mereka lakukan dalam kemampuan dan kemandirian mereka, sehingga dapat menyikapi kondisi Covid 19 ini dengan tidak hanya berdiam diri saja. Sebaliknya, masyarakat harus produktif, bangkit dari kondisi Covid 19 ini, namun dengan tetap aman dari Covid 19 dengan memperhatikan protokol kesehatan,” tambahnya.

Dengan demikian, diluncurkannya program RT/RW Tangguh ini, yakni di 4 RT/RW di Kota Jayapura dan 2 RT/RW di Kabupaten Jayapura sebagai pilot project, diharapkan mampu melahirkan kesadaran dan inisiatif, tumbuhnya solidaritas masyarakat untuk bersama dalam penanganan Covid 19 di tingkat RT/RW. (*/wen)