Bangunan Green House tanaman anggrek milik PAI Kabupaten Jayapura yang sudah tidak lagi terawat. Tampak pada gambar hanya bangunan terbuat dari kerangka besi. Foto ini diambil Selasa (29/12). ( FOTO: Robert Mboik Cepos)

SENTANI-Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI) Kabupaten Jayapura belakangan ini seperti mati suri. Padahal pemerintah daerah telah menyalurkan anggaran kurang lebih Rp 500 juta setiap tahun. 

Sekretaris PAI Kabupaten Jayapura, yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Jayapura, Rudi Saragih mengakui alokasi anggaran yang dikucurkan untuk PAI Kabupaten Jayapura itu.

“Ya memang setiap tahun ada antara Rp 200 sampai Rp 500 juta ,”kata Rudi Saragih ketika dikonfirmasi Cenderawasih Pos melalui sambungan telepon, Selasa 29/12 kemarin.

Rudi menerangkan, belakangan ini anggaran yang digelontorkan untuk PAI Kabupaten Jayapura sebagian besarnya untuk membiayai berbagai macam kegiatan, mulai dari pameran, bantuan kepada masyarakat.

Ditanya mengenai budidaya anggrek yang sebelumnya pernah diadakan atau dihidupkan di kompleks Kantor Bupati Jayapura melalui green house milik PAI Kabupaten Jayapura, menurut dia, saat ini yang melakukan budidaya anggrek adalah kelompok masyarakat binaan PAI Kabupaten Jayapura.

“Kita bantu untuk mereka itu,” ujarnya singkat. Ditanya berapa kelompok organisasi PAI Kabupaten Jayapura, Rudi belum dapat merincikanya secara pasti.

Lanjut dia, itu diberikan kepada sentra-sentra binaan PAI Kabupaten Jayapura yang salah satunya berada di Distrik Sentani Barat. Kendati demikian, bantuan yang diberikan kepada setiap kelompok itu tidak dalam bentuk uang, tetapi diberikan dalam bentuk peralatan.

“Itu bentuknya natural, bentuk alat-alat toh, begitu,”ungkapnya 

Menurutnya, anggaran tiap tahun yang diberikan untuk pembiayaan kegiatan proyek Kabupaten Jayapura itu tidak tentu. Karena hal itu sesuaikan dengan rencana Program kerja PAI. Namun dia tidak menampik anggaran yang digelontorkan untuk PAI Kabupaten Jayapura itu setiap tahunnya berkisar di angka Rp 500 juta. 

Dikatakan, khusus untuk tahun ini Kabupaten Jayapura fokus mengikuti pameran keluar, kemudian kegiatan pameran anggrek yang dilaksanakan di Sentani Barat. Kemudian juga ada beberapa pengembangan pengembangan untuk budidaya.

Sebelumnya, salah satu warga yang tidak mau disebutkan namanya yang juga mengaku sebagai salah satu anggota PAI Kabupaten Jayapura mempertanyakan penggunaan anggaran untuk kegiatan PAI Kabupaten Jayapura. Di mana alokasi dana yang digelontorkan dari APBD Kabupaten Jayapura itu dinilai tidak jelas dan tidak transparan.(roy/tho)