JAYAPURA- Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Provinsi Papua menyebutkan dari evaluasi PPKM yang telah berlangsung kurang lebih dua minggu lebih ini memberikan dampak yang cukup menggembirakan.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Provinsi Papua, dr. Silwanus Sumule SpOG(K) mengatakan untuk pastinya, evaluasi PPKM masih berkelanjutan sampai dengan 6 Sepetember 2021 mendatang.

“Karena kita mengikuti ketentuan nasional, maka pada  6 september mendatang baru akan ditentukan apakah PPKM ini akan berlangsung atau sebaliknya. Namun bisa kami pastikan bahwa kesimpulan dari PPKM yang telah kita lakukan adalah jika dibandingkan dengan angka rata-rata harian kasus Juli dan Agustus ada penurunan yang signifikan,” jelasnya kepada Cenderawasih Pos, Senin (30/8) kemarin.

Diakuinya, rata-rata kasus pada Juli 2021 sebanyak 370 kasus/hari, sementara untuk bulan Agustus sampai dengan saat ini turun menjadi 199 perhari, atau laju kasus harian menurun diangka 46,2%.

“Selain itu angka kematian Covid-19 juga alami penurunan pada bulan Agustus, jika dibandingkan dengan Juli 2021. Dimana dari 393 kematian atau rata-rata 13 kasus kematian perhari turun menjadi 257 kasus atau rata-rata 9 kasus kematian perhari,” sambungnya.

Menurutnya, penurunan juga terjadi pada jumlah pasien yang dirawat sebesar 39 persen. Kasus kesembuhan meningkat 99 persen, berdasarkan RT 0,96 persen ini pihaknya memprediksi bahwa 30 hari ke depan kasus akan mengalami penurunan.

“30 Hari ke depan kasus akan alami penurunan, dengan catatan upaya-upaya penanggulangan tidak kendor, dan dilakukan secara komperhensif dan yang terakhir adalah percepatan vaksinasi harus dilakukan,” terangnya.

Lanjutnya, percepatan vaksinasi harus tetap dilakukan khususnya bagi daerah-daerah pelaksanaan PON XX di bulan Oktober dan Peparnas di bulan November.

“Inilah gambar umum hasil kita, sementara itu saran kami baik Satgas Provinsi kepada Satgas Kabupaten/Kota, yakni bahwa pemerintah baik provinsi, kabupaten/kota harus tetap memperkuat dan meningkatkan managemen kesehatan.” tambahnya.

Selain itu, melakukan percepatan vaksinasi Covid-19 di Papua untuk mencapai head immunity terutama pada daerah pada klaster PON XX dan Peparnas XVI, dr. Silwanus menyebutkan harus terus meningkatkan koordinasi, kolaborasi lintas sektor, guna menjaga ketertiban dan keamanan.

“Selain itu perlu juga dilakukan edukasi masif bagi masyarakat, bersama dengan TNI-Polri, bahkan kami juga masih menganjurkan agar pemberlakuan pembatasan harus tetap dilakukan, serta pengetatan akses melalui transportasi udara dan laut, antar kabupaten/kota maupun antar negara RI-PNG,” pungkasnya. (gr/ana/nat)