Kepala Bagian  Kesra Setda Kabupaten Merauke  Yacobus Mamuyab, S.Pd ( FOTO:Sulo/Cepos )

MERAUKE- Pemerintah  Kabupaten Merauke   telah membentuk   posko  penanganan   Covid-19 .  Posko   penanganan  Covid-19 ini   berada  di Kantor  Bupati  Merauke lantai  3. Media  ini  yang sempat mencari    ruang posko  tersebut   sempat kesulitan. Karena ternyata sampai    Jumat  (20/3)  kemarin, ruangan yang   disiapkan belum  ada. 

   Begitu  juga  papan  nama atau spanduk yang  dapat memberikan informasi   kepada masyarakat  jika  posko ada di ruangan tersebut. Selain itu,  posko   penanganan Covid-19   yang berada di kantor  bupati  tersebut  sepertinya  kurang tepat.  

   Kepala Bagian  Kesra Setda Kabupaten Merauke  Yacobus Mamuyab, S.Pd   ditemui   media ini  mengakui   jika  posko yang   berada di kantor  bupati  tersebut sebenarnya kurang  tepat dan terkesan   akan memperpanjang birokrasi dalam penanganan Covid-19. 

  “Kalau sekarang, posko   ini sifatnya hanya menjembatani masyarakat. Artinya, kalau ada masyarakat  yang    melaporkan adanya  gejala-gejala   orang yang  kena  virus Corona  tersebut  maka Posko  akan menghubungi  pihak rumah sakit   untuk  penanganan  lebih lanjut. Memang kelihatan  memperpanjang  birokrasi,’’ kata  Yacobus  Mamuyab.  

   Soal sarana  prasarana  yang dimiliki posko  ini seperti  mobil ambulans   yang dimungkinkan untuk mobile  jika ada masyarakat yang  melapor,  Yacokus Mamuyab  mengaku  bahwa  sarana prasara tersebut tidak  ada.  “Bagusnya   posko ini  ada di rumah sakit, sehingga   ketika  ada  informasi  dari masyarakat   maka    tenaga kesehatan  bisa langsung  bergerak. Tapi, ini bisa jadi masukan  nanti,’’ terangnya. 

   Sejak   dibentuk  pada Selasa (17/3) lalu,  Yacobus Mamuyab menjelaskan bahwa sudah ada satu masyarakat  yang menghubungi  posko  ini lewat  telepon. Namun   warga   tersebut menanyakan    apakah di posko  disediakan  masker  atau hand   sanitizer.  ‘’Terus terang   untuk  masker  atau sanitizer dan lainnya  tidak  disediakan di posko ini. Kami sudah coba   tanya ke  Dinas Kesehatan  dan jawabannya bahwa  masker yang ada hanya  diperuntukan  untuk  rumah sakit  dan puskesmas,’’   tambahnya. (ulo/tri)