Kapolres Yahukimo, AKBP Deni Herdiana, SE., SH.,  saat berbincang-bincang dengan anggota brimob yang melakukan pengamanan di n kantor KPU Yahukimo, Kamis (24/9). ( FOTO: Gamel/Cepos)

DEKAI-Kapolres Yahukimo, AKBP Deni Herdiana SE., SH., menegaskan bahwa pihaknya memastikan akan menuntaskan pengungkapan kasus pembunuhan terhadap salah satu pegawai di KPU Yahukimo, Hendy Jovinsky pada 11 Agustus lalu di Jembatan Brasa Kecil Dekai, Yahukimo lalu. 

Termasuk dua kasus pembunuhan yang terjadi pasca pembunuhan staf KPU Yahukimo yaitu pembunuhan terhadap Muhammad Thoyib (39) tukang meubel dan pembunuhan terhadap Yauzan Alias Ocang (34) tukang antar batako.

Hingga kini menurut Deni, Polda Papua masih memberi atensi terhadap kasus ini termasuk serangkaian kasus lainnya dan kata Deni tak ada alasan untuk mundur. “Untuk  perkembangan kasus pembunuhan hingga kini kami dari pihak kepolisian yang didukung Polda yang dipimpin oleh Dansat Brimob maupun Dirkrimum tetap melakukan pengejaran dari beberapa yang diduga pelaku. Ada beberapa yang diambil dan semoga segera bisa diungkap,” kata Deni  menjawab pertanyaan Cenderawasih Pos di Yahukimo, Kamis (24/9). 

Deni menegaskan, akan terus mengejar pelaku pembunuhan hingga ketemu untuk memastikan jika di Yahukimo negara harus hadir dan memberikan kepastian hukum bagi masyarakat.

 Ia mempertegas Yahukimo adalah daerah yang masih menjunjung tinggi nilai  nilai kemanusiaan dan toleransi sehingga tak boleh ada pihak yang sengaja meperkeruh suasana. Tak ada yang namanya KNPB  apalagi berniat membuat negara baru. 

“Tak ada itu,  selama TNI Polri masih disini dan Brimob juga siap membackup tak ada namanya kelompok yang mau bikin negara baru, sekali lagi kami tegas dan terukur untuk menangani masalah – masalah ini,” tambahnya.

 Selain itu pihaknya tetap mengedepankan upaya yang berkearifan lokal namun tidak mengurangi rencana represif dari pihak kepolisian. Karena sudah diperintahkan Kapolda, penindakan tegas, terukur dan represif dilakukan untuk  mengejar pelaku pembunuhan. “Saya juga melihat masih banyak masyarakat Yahukimo yang merah putih. Hanya sebagian kecil saja masyarakat yang merasa terganggu dengan keberadaan aparat disini padahal tujuannya baik,” imbuh Deni. 

 Sementara di tempat terpisah perwira yang besar di Kuningan Jawa Barat ini juga meminta masyarakat untuk bersama-sama mendukung pemerintah dan aparat keamanan untuk menumbuhkan sikap saling percaya dan toleransi antar sesama. “Saya minta kerja samanya,” ujar Deni di sela- sela salat Jumat, kemarin. (ade/nat)

perti yang diberitakan beberapa waktu lalu, terjadi tiga kasus pembunuhan di Yahukimo pada Agustus lalu, dimana 11 Agustus 2020  pembunuhan terhadap Henry Jovinski (25) Staff KPU Kabupaten Yahukimo. Kasus kedua 20 Agustus kasus pembunuhan dengan korban Muhammad Thoyib (39) tukang meubel dan kasus pembunuhan ketiga yakni dengan korban Yauzan Alias Ocang (34) tukang antar batako.