Kondisi  jalan Safri Darwin di malam hari. Banyaknya s orang mabuk di jalan ini  dipicu adanya aktifitas  perjudian, yang  membuat polisi bertindak tegas menutup tempat judi ini. ( FOTO: Denny/ Cepos )

WAMENA-Polres Jayawijaya mengambil ketegasan dengan menutup tempat perjudian togel dan dadu di kawasan jalan Safridarwin Wamena. Sebab, aktifitas ini terus dikeluhkan para pedagang yang ada di jalan tersebut, karena memicu pemabukan dan dan sering melakukan palak terhadap mereka yang berdagang di wilayah tersebut.

  Kapolres Jayawijaya AKBP. Dominggus Rumaropen menyatakan menjawab keluhan masyarakat maka Polres Jayawijaya sejak kemarin menurunkan personelnya untuk membubarkan perjudian yang memicu berkumpulnya orang banyak di Jalan Safridarwin Wamena, serta memberikan imbauwan untuk tidak berkumpul -kumpul lagi ditempat tersebut.

  “Kami sudah menurunkan personel kami di sana sekaligus menutup arena perjudian itu, kami juga menempatkan anggota di sana untuk melakukan pengawasan agar tidak lagi ada aktifitas perjudian di situ yang memancing banyaknya orang mabuk,”ungkapnya Selasa (4/8) kemarin.

   Ia mengaku telah berkali-kali mendapat laporan dari masyarakat soal adanya perjudian disana yang memicu banyaknya orang mabuk serta menimbulkan keresahan bagi pedagang di sana karena setelah mabuk aktifitas palak -memalak dilakukan, mulai dari kios -kios hingga konter HP tak luput dari aksi palak sehingga ditindak lanjuti dengan pembubaran.

  “Memang saya sudah sering dengar keluhan masyarakat dan kami sudah tindak lanjuti dengan menutup aktifitas perjudian disana,  kami juga menempatkan anggota untuk memantau aktifitas disana tak boleh lagi ada perjudian,” tegas Rumaropen.

   Menurutnya, ada 1 SST Dalmas dan anggota Binmas yang ditempatkan disana agar kawasan itu harus bersih dan tak boleh ada perkumpulan orang untuk bermain judi dadu dan lain -lain disana. Pihaknya juga sudah membersihkan daerah itu dan tentu hari ini masih ada personel yang melakukan patroli ke sana untuk memastikan tak ada perjudian di sana lagi.

   “Selain permainan judi dadu, ada dampak lain yang terjadi disana seperti pencurian dengan kekerasan masih ada,”jelas Kapolres Jayawijaya.

  Terjadinya berbagai kejahatan ini dipicu karena miras, sehingga ia mengkhawatirkan karena jumlah orang mabuk banyak didaerah itu dapat menimbulkan dampak negatif bagi kantibmas di Jayawijaya, apalagi warga Jayawijaya masih trauma dengan dampak kerusuhan 23 September tahun lalu yang menjadi perhatian pimpinan negara ini.

  “Perjudian yang dilakukan di jalan safridarwin memancing banyaknya orang mabuk disana, apabila terjadi gesekan dapat menimbulkan gangguan kantibmas berskala besar kembali terjadi sehingga kami harus membubarkan aktifitas perjudian disana,”tegasnya. (jo/tri)