Kombes Pol AM Kamal. (FOTO: Elfira/Cepos)

JAYAPURA-  Kepolisian Daerah (Polda) Papua, sebut  Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya KKB menebar hoax atau suka mengadu domba dengan tujuan menimbulkan kepanikan terhadap warga yang ada di tanah papua.

Ucapan tersebut dilontarkan Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal, setelah KKB mengklaim telah melakukan penyerangan di sejumlah pos TNI-Polri selama kurun waktu 18-25 Mei tahun 2020. 

Bahkan Egianus mengklaim, menembak mati lima aparat keamanan serta merampas senjata dan ribuan amunisi  milik anggota TNI-Polri. 

“Ini hanya bualan mereka, adu domba mereka. Tidak ada laporan kejadian selain kasus penganiayaan terhadap anggota disertai perampasan 3 pucuk senjata di Pos Polisi 99  Ndeotadi Distrik Bogobaida pada Jumat (15/5) lalu,” ungkap Kamal saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Rabu (27/5).

Selain kejadian perampasan 3 pucuk senjata tersebut lanjut Kamal, kasus lainnya yakni penembakan yang dilakukan oleh KKB terhadap non karyawan di Mile 61 Area Freeport pada (21/5). Serta kasus terakhir, penembakan terhadap dua petugas medis di Intan Jaya yang menyebabkan satu petugas medis gugur saat menjalankan tugas kemanusiaan di Kabupaten Intan Jaya, pekan kemarin. 

“Permasalahan selama bulan Mei ini terjadi di Paniai, Timika dan Intan Jaya. Itu saja, sementara korbannya paling banyak adalah warga yang tidak tahu menahu persoalan,” terang Kamal.

Kabid Humas juga memastikan tidak ada laporan kejadian apapun di Papua selain kejadian yang terjadi di 3 Kabupaten tersebut, sementara di Kabupaten Nduga. Ia pastikan situasinya kondusif hingga saat ini. 

“Mereka ini hanya menebar hoax, sampai saat ini situasi Papua aman dan kondusif,” tegas Kamal. 

Sementara itu, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat, Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Kodap III Ndugama Bridgen Egianus Kogeya melalui  juru bicara TPNPB, Sebby Sembom mengklaim bahwa kelompok mereka mendapatkan kekuatan baru setelah berhasil merampas 5 pucuk senjata baik laras panjang maupun laras pendek. 

Senjata-senjata ini dirampas di Distrik Billae Kabupaten Intan Jaya setelah dilakukan penyerangan. Penyerangan dan perampasan senjata dipimpin Yodiut Kogeya yang dianggap sebagai salah satu pimpinan kelompok elit TPNPB.

Sebby dalam rilisnya menyebutkan, TPNPB-OPM pimpinan Yodiut Kogeya dan Lewis Kogeya  melihat pasukan  TNI-Polri sedang  melakukan senam pagi di   lapangan Distrik Billae Kabupaten Intan Jaya dan langsung melakukan penyergapan.

Sebby juga mengklaim   TPNPB-OPM menembak 2 anggota TNI-Polri  termasuk menangkap 1 orang diantaranya. “Ini sebuah keberhasilan dan kekuatan OPM bertambah,” koarnya. 

Ia lantas merincikan jumlah total senjata dari tanggal 15 Mei sampai hari ini tanggal 25 Mei 2020 yang berhasil direbut yaitu di Pos TNI-Polri 99 Paniai Enarotali sebanyak  4 pucuk senjata otomatis, lalu ditambah 5 pucuk di Intan Jaya sehingga dalam bulan Mei  ada 9 pucuk senjata yang berhasil dirampas. 

 “18 Mei 2020 saya selaku pimpinan perang lapangan Yodiut Kogeya dan Lewis Kogeya kami sudah menembak mati 5 pasukan keamanan Indonesia TNI-Polri satu orang di antaranya masyarakat sipil yang merupakan mata-mata TNI-Polri,” tulis Sebby mengutip pernyataan TPN-PB.

Namun Sebby membantah jika penembakan 2 orang  anggota  tim medis bukan mereka yang melakukan. 

Tak hanya senjata, pihaknya menyebut dari penyerangan 4 pos TNI Polri ini pihaknya berhasil mendapatkan 2.310 butir amunisi di Distrik Kenyam Kabupaten Nduga. (fia/ade/nat)