AKBP Rahmad Kaharudin ( FOTO: Elfira/Cepos)

JAYAPURA- Situasi Kabupaten Yalimo dinyatakan kondusif pasca penyerangan Mapolres Yalimo di Kabupaten Yalimo, Kamis (24/9). Dimana dalam penyerangan tersebut menyebabkan Kasat Intel Polres Yalimo, Ipda Samuel Yunus dianiaya para pelaku hingga terluka.

Kapolres Yalimo, AKBP. Rahmad Kaharudin mengatakan, sebanyak tujuh orang saksi telah dimintai keterangan terkait dengan kasus tersebut. Adapun tujuh saksi tersebut mereka yang mengetahui kejadian saat itu.

“Sebanyak tujuh orang saksi yang kami mintai keterangan terdiri dari warga yang ada di lokasi, pemilik bengkel dan yang menjual Minuman Keras (Miras),”  ucap Kapolres saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Jumat (25/9).

Dalam keterangan para saksi atas insiden penyerangan Mapolres Yalimo dan penganiayan terhadap Kasat Intel Polres Yalimo. Telah mengerucut kepada para pelaku yang diduga melakukan penyerangan. “Empat orang pelaku sudah kami kantongi identitasnya, pelaku sedang kami lidik,” kata Kapolres.

Dikatakan, pihaknya kini melakukan cipta kondisi. Mengingat Yalimo salah satu kabupaten yang akan melakukan Pilkada pada Desember mendatang, dimana tahapannya sedang berjalan saat ini. “Kami terus melakukan cipta kondisi untuk menhindari hal hal yang tidak diinginkan terjadi di wilayah hukum kami,” ungkapnya.

Sebelumnya, sekelompok orang tak dikenal berjumlah sekira 20 orang menyerang Mapolres Yalimo di Elelim ibukota Kabupaten Yalimo, Kamis (24/9). Penyerangan tersebut menyebabkan Kasat Intel Polres Yalimo, Ipda Samuel Yunus dianiaya para pelaku hingga terluka.

Penyerangan tersebut terjadi secara spontan, saling melempar batu hingga mengenai Kasat Intel yang saau ini telah dievakuasi di Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapatkan perawatan medis. (fia/nat)