JAYAPURA-Aparat Polresta Jayapura Kota diback up anggota Brimob Polda Papua melakukan penggeledahan di Asrama Pegunungan Bintang di Buper, Waena, Distrik Heram, Selasa (11/8) sekira pukul 11.15 WIT. 

Penggeledahan yang dilakukan untuk menindaklanjuti laporan polisi terkait pencurian kendaraan bermotor. Dalam penggeledahan yang dipimpin Kabag Ops Polresta Jayapura Kota Kompol Nursalam Saka, polisi mengamankan 19 unit sepeda motor yang diduga hasil kejahatan. 

CEK MOTOR: Beberapa orang mendatangi Mapolresta Jayapura Kota untuk mengecek sepeda motor mereka dengan membawa surat-surat kendaraannya untuk dicek anggota Polresta Jayapura Kota, Selasa (11/8). ( F0TO: Elfira/Cepos)

Kabag Ops Kompol Nursalam Saka mengatakan, penggeledahan yang dilakukan merupakan tindak lanjut dari Laporan Polisi nomor : LP/481/VI/2020/Papua/Res Jpr Kota tanggal 29 Juni 2020 tentang tindak pidana pencurian bermotor.

Menurut mantan Kapolsek Jayapura Selatan ini, penggeladahan yang dilakukan di Asrama Pegubin merupakan yang pertama kali dilakukan. 

“Berdasarkan hasil penyelidikan di lapangan, barang bukti sepeda motor yang dilaporkan berada di dalam asrama dan pihak Polsubsektor Heram telah melakukan pendekatan secara persuasif kepada pengurus asrama untuk menyerahkan barang bukti tersebut. Namun pihak asrama belum menyerahkannya,” ucap Nursalam, kemarin.

Lanjutnya, pendekatan yang dilakukan tidak ada respon baik, sehingga pihaknya melakukan penggeledahan dan ditemukan barang bukti serta kendaraan lainnya yang ditemukan dalam asrama yang pemiliknya tidak bisa menunjukkan surat-surat kepemilikan kendaraan.

“Sebanyak 19 unit motor telah diamankan di Mapolresta Jayapura Kota untuk didata lebih lanjut oleh Satuan Reskrim,” jelasnya.

Adapun motor hasil penggeledahan dari TKP diangkut menggunakan dua unit mobil truk dan satu mobil patroli untuk dibawa ke Mapolresta guna dilakukan pendataan lebih lanjut.

“Saat dilakukan penggeledahan semua berjalan aman dan lancar. Walaupun sedikit ada protes yang dilakukan penghuni asrama namun semua bisa teratasi,” bebernya.

Sementara itu, senioritas mahasiswa Pegunungan Bintang Otmar Ningdana mengaku, dalam  proses penggeledahan sempat terjadi pemukulan yang diduga dilakukan oleh oknum anggota hingga menyebabkan seorang mahasiswa bernama Noperius Tapior mengalami patah gigi.

Otmar juga mengaku bahwa ini penggeledahan pertama kali terjadi di Asrama Pegunungan Bintang. “Kita sarankan polisi ataupun pihak  berwajib yang melakukan penggeledahan bisa datang dengan mengedapankan etika  dan sopan santun. Penghuni asrama bukan  masyarakat biasa yang hanya datang tinggal, namun kita mahasiswa,” tegasnya.

Lanjutnya, jika aparat datang dengan sopan maka tidak mungkin pihak asrama melakukan penolakan. Sebagai tuan rumah, penghuni asrama akan mempersilakan. Sehingga tidak terjadi mis komunikasi dan sebagainya. 

Sementara itu, Kapolresta Jayapura Kota, AKBP. Gustav R Urbinas menanggapi terkait dengan adanya dugaan pemukulan terhadap seorang mahasiswa. Menurutnya Propam Polresta Jayapura Kota telah melakukan kroscek terhadap hal itu dan tidak ditemukan di lapangan.

“Ada beberapa mahasiswa yang datang konfirmasi di Propam Polresta Jayapura. Setelah dikroscek ternyata yang bersangkutan tidak ada tanda-tanda atau ciri-ciri dipukul. Bahkan tidak ada bekas apapun. Anggota sudah  memberikan penjelasan  sehingga yang bersangkutan  sudah menerimanya,”  ucap Kapolresta kepada Cenderawasih Pos.

Kapolresta juga menyampaikan, saat penggeladahan di asrama, aparat masuk dengan keadaan baik-baik dan menyampaikan tujuan dan surat tugas. Sebab itu menjadi prosedur di lapangan.

“Tergantung mereka yang menanggapinya seperti apa. Karena mereka anti saja dengan penggeledahan, namun apa yang kami lakukan merupakan penegakan hukum terhadap  pemberantasan Curanmor di wilayah hukum saya,” tegas Kapolresta. (fia/nat)