AKBP Gustav R Urbinas ( FOTO: Elfira/Cepos)

Kapolres : Jangan Ada Lagi Gerakan Tambahan!

JAYAPURA-Satuan Reskrim Polresta Jayapura Kota telah mengantongi identitas pelaku penikaman yang mengakibatkan tewasnya Frits Karoba (27) warga Jalan Kehiran Pasar Lama Kabupaten Jayapura, di Jalan Raya SPG Perumnas I Kelurahan Waena Distrik Heram, Selasa (4/2) lalu sekira pukul 00.15 WIT.

Kapolresta Jayapura Kota AKBP Gustav R Urbinas menyebutkan, sejak kejadian Selasa dini hari, tim gabungan langsung melakukan pengejaran hingga saat ini. “Dalam kasus penikaman tersebut, pelakunya hanya 1 orang dan sudah diketahui identitasnya.  Sementara dalam pengejaran tim gabungan Polda Papua dan Polresta Jayapura Kota,” ungkap  beber Kapolresta Gustav usai memimpin upacara serah terima jabatan Kasat Reskrim Polresta Jayapura Kota di halaman Mapolresta Jayapura Kota, Sabtu (8/2).

Menurut Gustav, pelaku saat ini masih bersembunyi dan lari di sekitar wilayah Tabi. Ia berharap anggota di lapangan bisa mendapat hasil. Sementara kepada keluarga korban pihaknya telah melakukan pendekatan-pendekatan dan apa yang terjadi kemarin dengan ritual, Kapolres Gustav memaklumi itu dan mengawasi ritual tersebut untuk mengurangi risiko di lapangan.

“Sudah saya sampaikan kepada keluarga korban di Pos 7 Sentani melalui anggota saya bahwa mohon  agar itu sudah selesai tidak ada lagi gerakan tambahan. Tidak ada lagi kegiatan lain yang mengatasnamakan kedukaan yang dapat membuat resah masyarakat lainnya. Percayakan kepada kami petugas kepolisian untuk  menegakan hukum,” pinta Gustav.

Kapolresta Gustav mengapresiasi kepada keluarga korban yang sudah mengikhlaskan kejadian tersebut dan menyerahkan penanganan kasusnya pada Polresta Jayapura Kota. Sementara korban sendiri sudah dimakamkan Selasa (4/2) lalu.

Selain itu lanjut Kapolres, dirinya sudah menghubungi pengguyuban dari provinsi dan kota. “Saya tidak mengaminkan dan  mengiyakan bahwa ini perbuatan yang patut dibawa dengan nama suku. Ini adalah perbuatan oknum, jadi sebagai Kapolresta melarang keras setiap kejadian mengait-ngaitkan dengan suku. Karena itu menjadi preseden buruk dan memancing emosional masyarakat lainya,” tegasnya.

Dirinya mengajak semua pihak untuk berpikir dengan dewasa bahwa apa yang dilakukan itu adalah  perbuatan oknum. Tetapi selaku pihak Kepolian meminta uluran tangan dari  pengguyuban untuk membantu kepolisian.

“Untuk tindakan lebih yang berlarut-larut, sebagai Kapolresta tidak mengharapkan itu. Memohon maaf dan menyampaikan rasa duka cita.  Tetapi kami juga menjaga wilayah ini agar masyarakat lain tidak dirugikan, kalau ada yang teraniaya kemarin akibat lemparan batu ada besi ataupun kaca yang kena lempar saya rasa itu cukup. Apabila ada lagi yang ingin meluapkan hanya satu kata saya akan tangkap dan tindak  tegas, tidak ada alasan berapapun jumlahnya saya akan tindak,” paparnya.

Adapun motif penikaman yang berujung maut tersebut lanjut Kapolres yakni berawal dari cekcok mulut akibat jual beli miras.

Sementara itu, data yang didapatkan Cenderawasih Pos dimana Senin (3/2) sekira pukul 21.00 WIT, korban bersama saksi sedang mengonsumsi minuman keras di Jalan Alternatif Perumnas III. Setelah selesai mengonsumsi Miras korban bersama saksi melanjutkan perjalannya ke arah Jalan Raya SPG Perumnas 1 Waena. 

Selasa (4/2) sekira puku 00.15 WIT, korban dan saksi berada di depan salah satu toko Jalan Raya SPG Perumnas I. Korban bertemu dengan penjual minuman keras untuk membeli minuman keras kembali. Namun saat korban hendak membeli minuman keras terjadi cek cok mulut dengan karyawan penjual Miras.

Setelah itu, pelaku mengambil pisau yang disisipkan di  pinggangnya dan langsung menusuk korban sebanyak 1 kali di bagian dada tengah. Setelah menusuk korban, pelaku melarikan diri meninggalkan korban.

Saksi yang melihat kejadian tersebut selanjutnya membawa korban ke Rumah Sakit Dian Harapan untuk mendapatkan pertolongan. Sekira pukul 00.45 WIT, Korban dinyatakan meninggal dunia oleh pihak Rumah Sakit Dian Harapan. (fia/nat)