AKP Carollan  Rhamdhani, SIK, SH, MH (FOTO: Sulo/Cepos )

MERAUKE-Setelah mengamankan  4 orang  sebelumnya  untuk  dimintai keterangan terkait dengan  kasus pengeroyokan  yang menyebabkan seorang   buruh TKBM Pelabuhan  Merauke  tewas, pihak Kepolisian  Resort Merauke  kembali  mengamankan  7 orang  yang  diduga memiliki keterkaitan dengan   kejadian  tersebut  untuk  menjalani periksaan secara intensif.      

   ‘Tadi  malam, dari  Polsek Kawasan Pelabuhan  Merauke mengamankan  7 orang   untuk dimintai keterangan    terkait dengan  kasus  pengeroyokan   yang berujung maut  tersebut,’’ kata  Kapolres Merauke AKBP  Agustinus  Ary Purwanto, SIK melalui     Kasat Reskrim  AKP Carollan  Rhamdhani, SIK, SH, MH, ketika   ditemui Cenderawasih Pos di  ruang kerjanya,  Senin  (11/5).   

  Kasat mengungkapkan, bahwa   4  orang  sebelumnya    diamankan   pihaknya sudah  dilepas  karena  belum cukup bukti  untuk menjerat  mereka sebagai  tersangka.  ‘’Belum  cukup    bukti  untuk menjerat mereka sebagai tersangka, sehingga   harus  kita  lepas,’’ jelasnya. 

   Namun  begitu, lanjut Kasat Reskrim, keempat orang  tersebut   dikenakan wajib lapor.      Kasat Reskrim  Carollan Rhamdhani menjelaskan bahwa dari  ketujuh  orang yang  diamankan  tersebut apabila dalam  pemeriksaan nanti  ada diantara  7 orang  tersebut cukup  bukti  maka  pihaknya  akan menetapkannya sebagai  tersangka. Termasuk    keempat  orang  yang  sebelumnya  sudah  menjalani pemeriksaan,  apabila    dari  ketujuh  orang  yang diamankan   ini   ada yang  melihat diantara  4 orang  tersebut  ikut mengeroyok  korban maka  akan ditetapkan  sebagai  tersangka.    

  “Kita  tidak  bisa  langsung  menetapkan seseorang  sebagai   tersangka. Harus  cukup   bukti dan keyakinan  penyidik,’’ tandasnya.  

  Korban  Kristoforus Yohanes Bangset  ditemukan  tewas  dengan  satu  tusukan benda tajam   di dada kiri korban   pada Kamis (7/5)  sekira pukul 01.30  WIT  dini hari.   (ulo/tri)