Irjen Pol Paulus Waterpauw ( FOTO: Elfira/Cepos)

JAYAPURA-Mabes Polri memberikan perhatian khusus kepada Provinsi Papua, pada tahun 2021 ini. Polda Papua mendapatkan kuota sebanyak 2.000 rekruitmen Bintara Polri.

Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw mengatakan, rekruitmen Bintara Polri harus didukung oleh pemerintah setempat. Pemerintah membuka ruang bagi anak-anak Papua untuk mendramabaktikan diri mereka kepada Kepolisian Negara. “Kami punya keterbatasan, sehingga perlunya sinergi dari Pemda setempat,” kata Kapolda, Selasa (5/1).

 Dikatakan, kebutuhan personel di Polda Papua sebanyak 23 ribu dan baru terpenuhi 11 ribu personel. Ini menandakan jumlah personel di Polda Papua masih sangat kurang.

 “Ada sebagian anggota kami yang pindah tugas keluar Papua dan belum ada penggantinya. Ada yang purna tugas dan ada yang meninggal dunia,” ucap Kapolda.

Menurut Kapolda, sebanyak 2000 rekruitmen Bintara Polri bisa mengisi kekurangan personel yang ada di Polda Papua.

Sementara itu, Karo SDM Polda Papua, Kombes Pol. Ade Djaja Subagdja mengatakan, rencana dan konsep Polda Papua yang sudah jauh hari dipersiapkan diakomodir dan disetujui baik dari Mabes Polri dan didukung anggaran hibah dari provinsi Papua.

“Kita akan merekrut untuk mungkin bulan depan tepatnya Februari akan melaksanakan rekrutmen Bintara Polri sebanyak 2000 orang,” ucapnya.

Ia menuturkan, untuk penerimaan bintara nantinya akan melibatkan seluruh  steakholder di setiap daerah. Dimana setiap daerah diberikan kesempatan untuk mencari peserta terbaik untuk selanutnya diseleksi oleh Polda Papua.

“Nantinya di setiap daerah yang mencari, mendidik  yang sesuai dengan pilihan mereka lalu diserahkan kepada kepolisian. Setelah itu kita adakan seleksi, saya menginginkan anak-anak  Papua dari kesetiaan loyalitas dan kejujuran. Kalau mereka punya jiwa seperti itu sudah pasti mereka akan cinta kepada NKRI,” katanya.

Lanjutnya, jika mereka sudah memiliki kesetiaan loyalitas dan kejujuran. Mereka mampu dalam membangun memelihara Kamtibmas di wilayahnya masing-masing.

“Sebanyak 2000 Bintara akan diberikan pelatihan kaitan masalah mempunyai apa pelajaran-pelajaran yang kaitan dengan wawasan kebangsaan,” pungkasnya. (fia/nat)