Calon Wagub, Golkar Belum Tentukan Nama

JAYAPURA-Disaat Partai Demokrat sudah mengantongi satu nama yaitu Yunus Wonda yang akan diusung untk menjadi calon wakil gubernur Papua menggantikan almarhum Klemen Tinal, Partai Golkar hingga kemarin belum menentukan satu nama yang akan diajukan ke Gubernur Papua. 

Wakil Ketua Bidang Media dan Penggalangan Opini DPD I Partai Golkar Papua, Leo Depot Siahaan, SH., mengatakan, Partai Golkar masih membangun hubungan komunikasi yang elegan dengan koalisi.

“Bahkan soal nama kami masih menunggu arahan dari DPD dan juga dari Plt. Ketua  Partai Golkar. Secara resmi belum ada nama yang ditunjuk. Bahkan pemilihan nama ini harus melalui pleno dan sampai saat ini kita belum melakukan pleno, mengingat Plt. ketua masih di Jakarta,” jelas Leo Siahaan kepada Cenderawasih Pos, Kamis (15/7).

Politisi yang pernah berkarir sebagai jurnalis ini mengatakan, dalam waktu dekat Partai Golkar akan mengumumkan siapa nama yang ditunjuk untuk menjadi calon Wagub Papua. Partai Golkar  menurutnya selalu melakukan lobi-lobi politik yang elegan agar posisi Wagub dapat diberikan kepada Golkar.

“Kita tidak perlu terburu-buru mengusulkan nama calon. Karena kita yakin membangun hubungan komunikasi dengan koalisi akan lebih baik. Sehingga ketika kita memberikan nama bisa langsung diterima. Serta dapat didukung dengan partai-partai koalisi dan selanjutnya diserahkan kepada Gubernur Papua, yang selanjutnya diserahkan kepada Pansus DPR Papua untuk pemilihan Wagub Papua,” jelasnya.

Pihaknya juga berterima kasih kepada Gubernur Papua, karena lebih mengutamakan demokrasi dengan menyampaikan kepada koalisi untuk dapat mencari pengganti Wagub Papua.

“Kami sangat mengapresiasi upaya Gubernur Papua dengan memberikan ruang bagi semua pihak untuk menentukan calon Wagub Papua. Khusus bagi kami Partai Golkar, tidak terburu-buru dalam menentukan nama karena nama yang akan kami tentukan adalah kader terbaik nantinya,” tambahnya.

Menurutnya, di dalam Golkar sendiri banyak kader terbaik. “Untuk itu, perlu ditentukan yang terbaik dan pastinya yang sepemikiran dengan Gubernur Papua serta dapat melanjutkan visi dan misi dari almarhum Wagub Papua,” sambungnya.

Pihaknya juga berharap,  seperti yang telah disampaikan oleh keluarga almarhum, agar pemilihan Wagub Papua nantinya tidak jauh-jauh dari keluarga almarhum Klemen Tinal. 

Sementara itu, partai koalisi lainnya, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) juga angkat suara. Partai yang diketuai oleh Luxly Watori  secara gamblang mengusung nama Ketua DPD Hanura Provinsi Papua, Kenius Kogoya untuk diajukan ke gubernur. 

 “PKB sudah mengambil sikap dan kesimpulan untuk memberikan rekomendasi dalam bursa nama yang akan diajukan sebagai calon wakil gubernur dan kami  di DPW setelah berkoordinasi dengan DPP kami secara resmi mengajukan nama Ketua Hanura, Kenius Kogoya untuk dicalonkan,”  ujar Luxly Watori didampingi Sekretaris DPW PKB, Slamet di Hotel Suni Abepura, Kamis (15/7).

 Usulan ini kata Luxly sudah dikoodinasikan dengan DPD dan disepakati bersama untuk diajukan. “Jadi tadi kami serahkan dan diterima oleh ketia tim koalisi, Pak Mathius Awoitauw,” jelasnya. 

 Nama Kenius Kogoya sendiri menurut Watori juga sesuai petunjuk dari pusat dan ia berharap gubernur bisa mempertimbangkan lebih jauh terkait sosok ini. Ia menyampaikan mengapa memilih Kenius Kogoya, ini tak lepas dari pilihan sosok yang bisa membantu situasi Papua. “Saya pikir seluruh masyarakat  di Papua mengetahui kondisi kesehatan gubernur yang belum prima dan pak wagub juga  telah meninggal sehingga kami coba bahas untuk mencaritahu siapa yang  akan mendampingi. Sosok tersebut menurut kami harus bisa menjadi tangan gubernur, kepalanya gubernur,  pikiran, mulutnya dan hatinya gubernur serta siap dengan petunjuk serta arahan gubernur itu sendiri,” tambahnya.

 PKB  melihat Kenius mampu menerjemahkan visi misi gubernur. Disamping itu, Kenius dianggap memiliki hubungan emosional dengan gubernur sehingga pihaknya yakin dengan pilihan tersebut. 

Pihaknya juga yakin Kenius bisa menjadi pendamping yang baik yang membantu gubernur soal PON termasuk  penanganan pandemi Covid-19. “Semoga ini bisa diterima dan hasil ini akan kami laporkan ke DPP  sehingga DPP memonitor bagaimana perkembangan di Papua,” tutupnya. 

Sementara Informasi yang diterima Cenderawasih Pos ada beberapa partai yang sudah mengajukan nama ke tim koalisi yaitu Partai Demokrat, Partai Keadilan Sejahtera, PPP dan PKB. Sementara untuk Golkar, NasDem dan PKPI belum mengajukan nama ke koalisi.  (ana/ade/nat)