Sekretaris Umum KONI Papua, Kenius Kogoya (kanan) saat menyerahkan bendera pataka KONI ke pada Ketua PAW KONI Keerom, Piter Gusbager yang berlangsung di Gedung Pramuka, Keerom, Selasa (9/6). ( FOTO: Erik / Cepos)

JAYAPURA – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Keerom melakukan Penggantian Antar Waktu Pengurus Masa Bakti 2017-2021 dan perombakan kepengurusan. Langkah ini dilakukan dalam rangka kelancaran organisasi agar berjalan dengan baik.

Sekretaris Umum KONI Papua, Kenius Kogoya melantik Piter Gusbager sebagai Ketua Umum KONI Keerom menggantikan Ketua Umum KONI Keerom sebelumnya, alm Celcius Watae.

Usai dilantik, Piter Gusbager mengatakan, bahwa langkah pertama yang mereka lakukan adalah konsolidasi organisasi, serta melakukan verifikasi keabsahan 28 cabor yang ada didalam pembinaan KONI Keerom. Termasuk pembenahan organisasi yang telah vakum.

“Kami akan melakukan verifikasi cabor-cabor yang masih aktif dan cabor yang sudah habis masa kepengurusannya. Kami juga akan membentuk konsolidasi internal, melakukan pembenahan organisasi, karena kurang 2 tahun KONI Keerom mengalami kevakuman,” ungkap Piter kepada awak media usai pelantikan, Selasa (9/6) di Gedung Pramuka Keerom.

Selain itu, tujuan utama, kata Piter, KONI Keerom akan terus menggali potensi atlet yang di Keerom menuju prestasi olahraga.

“Strategi sebagai induk organisasi, kami akan terus melakukan pembinaan terhadap Cabor potensi, tapi juga terhadap pelatih. Ini sangat penting, terutama 12 atlet Keerom yang masuk TC PON dan siap mengharumkan nama Keerom dan Papua,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Keerom itu.

“KONI Keerom juga menjadikan organisasi sebagai pembinaan arakter anak bangsa di Keerom. Merangkul semua anak muda agar tidak masuk dalam pergaulan seperti ganja dan miras yang akan merugikan masa depan anak muda Papua,” ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris Umum KONI Papua, Kenius Kogoya berharap dengan pengurusan antar waktu dapat menghidupkan kembali pembinaan olahraga di Kabupaten Keerom.

“Kami berharap kegiatan pembinaan olahraga di Keerom berjalan dengan optimal. Karena hampir 2 tahun ini terjadi kevakuman setelah pelantikan pengurus yang lalu,” harapan Kenius.

Menurut Kenius, yang menjadi fokus evaluasi utama ialah tidak adanya satu pun cabang olahraga yang di pertandingan di Kabupaten Keerom, atau penunjukan Keerom sebagai salah satu cluster penyelenggara.

“Penting untuk pemeritah Keerom untuk serius dalam pembinaan olahraga, perlu dianggarkan cukup untuk pembinaan olahraga. Sehingga ini menjadi catatan penting untuk pengurus saat ini agar bisa membuat metode sistem pembinaan olahraga yang baik, menyiapkan SDM yang mumpuni untuk mencapai prestasi olahraga di Keerom,” tandasnya. (eri/gin).