Beranda BERITA UTAMA Pesawat Landing, Tangis Ribuan Warga Pecah

Pesawat Landing, Tangis Ribuan Warga Pecah

0
Pesawat Landing, Tangis Ribuan Warga Pecah
Jenazah almarhum Klemen Tinal, SE., MM., saat disemayamkan di rumah dinas Wakil Gubernur Papua di Jalan Trikora, Dok V Atas, Distrik Jayapura Utara sebelum dibawa ke Bandara Sentani untuk diterbangkan ke Timika, Minggu (23/5). ( FOTO: Erick/Cepos)
Ribuan warga menyambut kedatangan jenazah almarhum Wagub Papua, Klemen Tinal, SE., MM., di Bandara Sentani, Sabtu (22/5) malam. ( FOTO: Yohana/Cepos)

*Jenazah Wagub Klemen Tinal sudah Di Timika

JAYAPURA-Ribuan warga memadati Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura untuk menjemput kedatangan jenazah Wakil Gubernur (Wagub) Klemen Tinal, SE., MM, Sabtu (22/5) lalu.

Dari pantauan Cenderawasih Pos, sejka pukul 10.00 WIT, warga mulai berdatangan ke Bandara Sentani. Tidak sedikit dari mereka yang memaksa masuk ke dalam area apron bandara Sentani untuk bisa menjemput langsung jenazah saat turun dari pesawat. 

Warga dari berbagai kalangan yang menunggu di bandara semuanya diliputi suasana duka. Beberapa di antaranya menggunakan pakaian adat dan membawa jubi.

Sekira pukul 17.50 WIT., pesawat Garuda Indonesia Boeing 737-800 NG yang membawa jenazah almarhum Klemen Tinal dari Jakarta mendarat mulus di runway.

Seketika itu, tangis warga yang menunggu sejak pagi makin pecah. Beberapa dari mereka meluapkan kesedihannya menggunakan bahasa ibu.

Tak lama kemudian, pesawat masuk ke apron. Suasana duka makin terasa saat pesawat berhenti dengan sempurna. Saat pintu pesawat dibuka, terlihat istri almarhum Yolanda Tinal yang pertama keluar dari dalam pesawat.

Mengenakan busana hitam, Yolanda Tinal memegang erat foto almarhum suaminya turun dari atas pesawat didampingi tiga orang wanita lainnya di barisan depan. Di belakangnya, terlihat Asisten Bidang Pemerintahan Setda Provinsi Papua, Doren Wakerkwa dan istri turut mendampingi.

Tepat pukul 18.00, istri almarhum Yolanda Tinal dan rombongan diarahkan menuju kendaraan yang telah disiapkan.

Saat berjalan ke mobil dengan pengawalan ketat dari personel TNI-Polri, tiba-tiba muncul seorang pria  muda dengan tubuh kekar larui ke arah istri almarhum sambil berteriak. “Ibu-ibu kenapa hanya foto bapak yang ibu bawa. Kenapa tidak bapak sama. Di mana bapak ?”ucapnya berulang kali sebelum akhirnya pria tersebut diamankan petugas. 

Sekitar pukul 18.05 WIT, praja IPDN berjumlah delapan orang menggunakan pakaian dinas lapangan (PDL) serta dua praja mengenakan Pakai Dinas Upacara (PDU) memimpin di depan. Satu dari dua praja yang mengenangan PDU memegang foto almarhum sementara satunya lagi memegang krans bunga. Keduanya bergerak perlahan menuju barisan praja IPDN yang siap mengusung peti jenazah yang dibalut bendara Merah Putih.

Jenazah almarhum Klemen Tinal disambut oleh pejabat Pemprov Papua yang dipimpin Sekda Papua dan Forkopimda Papua. Di barisan juga terlihat istri Gubernur Papua, Ny. Yulce Enembe dan pejabat lainnya. 

Setelah penghormatan jenazah dilakukan, jenazah langsung diserahkan kepada masyarakat di halaman VIP Room Bandara Sentani untuk selanjutnya dibawa ke rumah duka yaitu rumah dinas Wakil Gubernur Papua di Jalan Trikora, Dok V Atas, Distrik Jayapura Utara. 

Iring-iringan kendaraan motor dan mobil terlihat mengular sepanjang kurang lebih tiga kilometer. Rombongan bergerak secara perlahan dari Bandara Sentani dan tiba di rumah duka sekira pukul 20.20 WIT., dengan tertib dan aman. 

Sekda Provinsi Papua Dance Yulian Flassy menyebutkan, seluruh rakyat Papua, Pemerintah Papua, TNI-Polri serta seluruh lapisan masyarakat, DPRP, MRP berduka cita yang sangat mendalam atas kepergian almarhum.

“Jenazah telah diterima oleh pemerintah dan harus dilepas oleh Pemerintah dan Forkopinda Papua ke Timika, pada Minggu (23/5) untuk diserahkan kepada pihak keluarga. Rencananya jenazah dimakamkan di Pendopo milik orang tua almarhum di Timika,” terang Sekda Flassy kepada Cenderawasih Pos, Sabtu (22/5).

Rasa duka mendalam juag dirasakan DPD Partai Golkar Provinsi Papua atas kepergian almarhum Klemen Tinal yang menjabats ebagai ketua DPD Partai Golkar Provinsi Papua. 

Partai Golkar menurut Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi Papua, Drs. Yacob Ingratubun, sangat kehilangan sosok pemimpin yang luar bisa.

“Kami sangat kehilangan sosok pemimpin yang seperti beliau. Bukan hanya sebagai ketua tetapi juga sebagai seorang sahabat, seorang teman, seorang bapak, yang senantiasa memberikan waktu dan tempat untuk berdiskusi bagi kami,” ucapnya. 

Diakuinya, almarhum merupakan orang yang baik. Almarhum juga sangat tenang dan santun. “Kepergian almarhum, ke depan kami harapan Golkar bisa mendapat sosok, figur seorang pemimpin seperti beliau, dan dukungan kami kepada keluarga semoga ibu, anak-anak, serta semua keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan iman. kita percaya bahwa Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil, Tuhan pula yang berkehendak,” pungkasnya.

Senada dengan itu, Wakil Ketua I DPRP Papua, Yunus Wonda menyampaikan bahwa Papua kehilangan salah satu putra terbaik, yaitu almarhum Klemen Tinal yang saat ini menjabat sebagai orang nomor dua di Papua.
“Untuk menghargai almarhum sebagai Wagub Papua, sebagai bapak dan sebagai salah satu putra terbaik di Papua, maka mari kita melayat dengan memperhatikan sopan santun dan etika,” ujarnya. 

Sementara itu, iring-iringan kedatangan jenazah Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal sejak peti jenazah diturunkan dari pesawat hingga menuju rumah dukadikawal ketat.

Sementara di rumah duka, krans bunga ucapan duka dari masyarakat dan kolega berjejer rapi di sepanjang jalan memasuki rumah dinas. Di lain sudut, masyarakat duduk memblokir jalan.

Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri menyampaikan, kalau ada pihak keluarga yang tidak sepakat itu hal biasa dan sudah diberikan penjelasan dari para Kapolres dan bisa diterima masing-masing pihak.

“Pengamanan iring-iringan jenazah kita kawal sampai ke tempat disemayamkan dari Jayapura hingga nanti menuju  ke Timika untuk disemayamkan dan kemudian dimakamkan,” jelas Kapolda Mathius Fakhiri kepada Cenderawasih Pos, Minggu (23/5). 

Dijelaskan, perkuatan Polda yang ada 1/3 dari kekuatan Polri disiapkan. Kapolda mengatakan yang terpenting adalah pengamanan rute perjalanan jenazah disemayamkan dan nanti kembali ke bandara dan menuju ke Timika.

“Saya berharap karena ini diminta keluarga besar Tinal mudah mudahan sampai ke Timika disambut dibawa ke rumah duka dan dilihatin oleh adik kaka kandung dari almarhum, keluarga besar dari Tinal yang ada di Timika,” ucap Kapolda.

Kapolda mengajak masyarakat karena ini duka, maka mari kita bawa duka sebagai pejabat public, pejabat negara sebagaimana orang yang kita pandang di papua jangan sampai bersoal di Mimika.

“Kita berharap tidak ada insiden apa apa, kita makamkan sesuai dengan permintaan almarhum saudara kekasih saya Klemen Tinal di samping kubur kedua orang tuanya di Mimika. Kita berdoa semoga diapungkan salah dosanya,” pinta Kapolda. 

Setelah disemayamkan satu malam di rumah dinas Wagub Papua, jenazah almarhum Klemen Tinal, Minggu (23/5) pagi dibawa ke Bandara Sentani untuk selanjutnya diterbangkan ke Timika.

Jenazah almarhum tiba di Timika sekira pukul 13.50 WIT. Penyambutan jenazah dilakukan dengan upacara militer yang dipimpin Bupati Mimika Eltinus Omaleng. 

Usai upacara, almarhum yang pernah menjabat sebagai Bupati Mimika selama dua periode, selanjutnya dibawa ke Pendopo (Gedung Negara) milik Pemerintah Kabupaten Mimika, yang beralamat di SP3 Distrik Kuala Kencana, Timika.

Ribuan warga terlihat menyambut kedatangan jenazah almarhum di pendopo Pemkab Mimika. Isap tangis pecah, berbagai luapan emosi dilepaskan. Peti jenazah langsung dikerumuni ratusan orang, yang keluar masuk untuk memberikan penghormatan.

Di Pendopo, terlihat adik almarhum, Trivena Tinal yang terus menerus mendampingi jenazah sejak dari Jakarta sampai dengan jenazah tiba di Timika.

Jenazah almarhum Wagub Klemen Tinal disemayamkan di Pendopo dan rencananya dimakamkan di lokasi pemakaman keluarga besar Tinal yang letaknya tidak jauh dari Pendopo. (ana/bet/fia/nat) 

error: Content is protected !!