JAYAPURA- Ketua Gugus Tugas Covid 19 Nasional, Letjen TNI Doni Monardo, Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, dan Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy, melakukan kunjungan kerja ke Papua, khususnya di Kota Jayapura, Selasa (7/7) kemarin.

Menko  PMK Muhadjir Effendi didampingi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI. Doni Monardo yang juga Ketua  Gugus Tugas  Covid-19  Pusat dan Menteri  Kesehatan Terawan Agus Putranto saat meresmikan pengoperasian mesin pengasapan ikan di Sentani, Kabupaten Jayapura, kemarin. (FOTO: Robert Mboik/ Cepos)

Kunjungan ini tak lain untuk melihat penanganan Covid-19 di Papua. Ketua Gugus Tugas Covid 19 Nasional, Doni Monardo, berharap 12 kabupaten yang belum terdampak kasus Covid-19 di Papua dapat mempertahankan zona hijau tersebut dalam jangka panjang.
“Ada 12 kabupaten yang belum terdampak. Artinya, sampai hari ini masih bertahan belum ada kasus. Kami bangga kepada para bupati dan tokoh-tokoh di daerah yang mampu mempertahankan zona hijau tersebut hingga saat ini. Mudah-mudahan, ini bisa dipertahankan untuk jangka waktu yang panjang,” kata Doni Monardo di Swissbelhotel Papua, Jayapura, Selasa (7/7) malam.

Senada disampaikan Menkes Terawan yang melihat angka kematian di Provinsi Papua yang sangat rendah, dengan hanya 22 kasus dari total 2.012 kasus positif secara kumulatif.

“Kalau kita lihat angka kematian, sangat kecil dibandingkan angka kematian nasional. Sangat rendah karena hanya 22 dari 2.012 kasus positif secara kumulatif. Otomatis hanya 1 persen (kasus kematian). Jauh lebih kecil dibandingkan angka fatality rate dunia atau secara global,” jelas Menkes Terawan.

“Doa saya, semoga terus kecil saja angka kematian itu. Kalau angka positif itu tergantung tracing yang dilakukan dan itu juga sangat baik untuk menggambar angka penularan atau infeksi di daerah,” sambungnya.
Sementara itu, Menko PMK, Muhadjir Effendy, berpesan, kepada Pemprov Papua maupun Pemkab/kota agar setiap ada kasus, dapat langsung contact tracing.
“Susuri betul dan tracking, dan dikelompokkan ODP, PDP, dan positif untuk diisolasi di rumah sakit maupun isolasi mandiri. Faskes juga mohon diberi dukungan. Pak Wagub, kalau kebutuhan untuk lengkapi berbagai Faskes yang dibutuhkan nanti pak Menkes dan BNPB bisa membantu,” ucap Menko PMK, Muhadjir Effendy.

Sedangkan, Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal, SE.,MM., berharap Provinsi Papua sudah dapat new normal atau bahkan normal pada Agustus bulan depan.
“Kita berdoa mudah-mudahan Agustus itu kita sampai ke normal atau new normal,” Wagub Klemen Tinal.
Seperti diketahui, hingga Selasa (7/7) kemrin, berdasarkan data Satgas Covid 19 Provinsi Papua, diketahui bahwa jumlah kasus positif secara kumulatif di Provinsi Papua telah mencapai 2.012 kasus. Dimana 1.004 pasien masih dirawat, 986 pasien sembuh, dan 22 pasien meninghal dunia.

Menko PMK Muhadjir Effendi didampingi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI. Doni Monardo yang juga Ketua Gugus Tugas Covid-19 Pusat, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dan Wagub Papua Klemen Tinal saat memimpin pertemuan di Swissbelhotel Papua, Jayapura, Selasa (7/7) malam. ( FOTO: Gratianus Silas/Cepos)

Sedangkan OPD sebanyak 2.925 orang, PDP berjumlah 251 pasien, dan pemeriksaan PCR dan TCM yang telah mencapai 16.829 sampel.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Provinsi Papua, dr. Silwanus Sumule, Sp.OG(K)., mengonfirmasi adanya penambahan 2 kasus meninggal dunia di Kota Jayapura.
“Pasien meninggal dunia yang pertama, berjenis kelamin laki-laki, berusia 51 tahun, diketahui masuk rumah sakit pada 30 Juni dengan penyakit penyerta stroke dan TB Paru. Hasil rapid test menyatakan yang bersangkutan non reaktif. Namun, berdasarkan rongent dicurigai, sehingga akhirnya dilakukan swab dengan metode PCR. Pasien dinyatakan meninggal dunia pada 1 Juli yang lalu. Dan hasil swab menyatakan positif pada 5 Juli,” jelas dr. Silwanus Sumule.

Sedangkan pasien meninggal dunia yang kedua, berjenis kelamin laki-laki, berusia 50 tahun, dinyatakan meninggal dunia murni karena Covid-19. Pasien meninggal dunia pada 7 Juli 2020. 

Sebelumnya, rombongan Menko PMK Muhadjir Effendi didampingi Kepala BNPB Letjen TNI. Doni Monardo dan Menteri  Kesehatan Terawan Agus Putranto melakukan sejumlah kegiatan di Kabupaten Jayapura.

Setelah mendarat dengan mulus di Bandara Sentani usai melakukan penerbangan dari Bandara Rendani, Manokwari, Papua Barat, Menko PMK Muhadjir Effendi didampingi Kepala BNPB Letjen TNI. Doni Monardo dan Menteri  Kesehatan Terawan Agus Putranto menuju Kampung Sereh untuk meresmikan mesin parut Sagu dan alat pengasapan ikan serta melakukan penanaman pohon.

 Kepala BNPB Doni Monardo usai melakukan penanaman pohon bersama Menko PMK dan Menkes, mengajak masyarakat Papua wajib menjaga alam. Karena menurutnya ketika alam itu bisa dijaga oleh penghuninya, maka penghuninya juga dijaga oleh alam. Sehingga ada hubungan timbal balik yang terjaga.
Munardo mengaku, dia melihat adanya penebangan liar yang terjadi dibawa kaki gunung Cycloop, yang dampaknya mengakibatkan bencana alam seperti yang sudah pernah terjadi pada 16 Maret lalu.

Untuk itu, pihaknya berupaya memberikan program yang bisa bermanfaat bagi masyarakat, dalam keberlangsungan hidup sehari-hari. Misalnya memberikan bantuan mesin parut sagu portebel dan mesin pengasap ikan.

“Kami berupaya memberikan  progam-program yang bisa bermanfaat bagi masyarakat,  diantaranya  memberikan bantuan mesin parut sagu portebel dan mesin pengasap ikan,” ucap  Doni Monardo di sela-sela peresmian mesin parut sagu dan mesin pengasap ikan.

Selain memberikan bantuan mesin tersebut, pihaknya juga memberikan bantuan rumah sagu  yang saat ini masih dalam proses.

“Kenapa kami memberikan bantuan ini, karena bantuan ini sangat muda untuk dilakukan masyarakat Papua, yang mana ada keterkaitannya dengan alam. Salah satunya mesin parut sagu yang bisa diolah oleh masyarakat Papua secara sederhana, untuk melengkapi kebutuhan dalam keluarga,” paparnya. 

Pada kesempatan itu, Doni juga meminta masyarakat yang tinggal di Danau Sentani untuk tidak membangun rumah di atas kawasan Danau Sentani. Karena Doni menilai, banyaknya pembangunan rumah di atas Danau Sentani sangat tidak menguntungkan untuk jangka panjang. Sebab, tak sedikit dari masyarakat yang bermukim di kawasan Danau Sentani masih terbiasa membuang kotoran ke danau.

Menurut Doni, kotoran yang dibuang ke Danau Sentani ini akan memengaruhi ekosistem dan kebersihan air Danau. Padahal dua hal tersebut wajib dijaga.

“Lewat pengetahuan dan sosialisasi semua pihak, kita bisa jaga danau sentnai. Danau Sentani adalah salah satu danau purba yang harus kita jaga. Kalau tidak jaga keindahan akan ternganggu dan terjadi pendangkalan. Akibatnya saat hujan airnya akan meluap dan menimbulkan masalah dan kesulitan masyaakat unutk jangka panjang,” tambahnya.

Doni juga berpesan kepada seluruh warga Kabupaten Jayapura untuk menjaga dan melindungi Gunung Cycloop dari tangan-tangan jahil. Jika tidak, menurut Doni peristiwa banjir bandang 16 Maret 2019 lalu tak menutup kemungkinan akan terjadi kembali dikemudian hari.

Pelajaran lain yang harus dipetik dari peristiwa banjir bandang ini, lanjut Doni, adalah dengan menghentikan pembangunan di daerah aliran sungai. Sebab dari hasil peninjauan sebagian dari wilayah terdampak banjir bandang di Sentani ini awalnya adalah daerah yang dilalui sungai. Namun karena puluhan tahun lalu sudah kering akhirnya ditimbun dan dibangun pemukiman.
Setelah melakukan kunjungan kerja di Jayapura, rombongan Menko  PMK Muhadjir Effendi akan terbang ke Kabupaten Merauke, Rabu (8/7) hari ini.

     Wakil  Bupati  Merauke  Sularso, SE., menjelaskan  bahwa kunjungan ini  untuk melihat secara bagaimana kondisi  Kabupaten Merauke  dalam menangani   Covid-19 yang sudah berjalan kurang lebih 4 bulan.  “Persiapan  yang  kami lakukan   bersama Forkopimda  ini  agar dalam kunjungan nanti   diharapkan kita sebagai tuan rumah bisa menyiapkan segala sesuatu dengan  baik.   Kegiatan ini,  khusus untuk  melihat perkembangan  Covid-19 di Kabupaten Merauke,” katanya.   

Penanganan  Covid  selama ini yang dipimpin  Bupati Merauke sebagai ketua Gugus tugas Covid-19 menurut Wabup Sularso memberikan hasil yang  maksimal dan trend Covid   di Merauke melambat bahkan menurun. Bahkan  kata Wabup Sularso, 2 kali Merauke  sempat  nol  setelah semua  pasien Covid  sembuh, namun    muncul  lagi satu  pasien Covid. 

“Artinya,  rapid dan tracing yang kita lakukan cukup baik dan tenaga medis  bekerja dengan baik sehinga pasien  baik yang   positif, PDP, ODP maupun yang OTG   bisa ditangani dengan baik,’’ jelasnya. 

Dikatakan, dengan keterbatasan yang dimiliki, ruangan dan tenaga medis  serta obat dan OPD  namun disyukuri   karena tenaga medis bisa bekerja dengan maksimal. ‘’Satu   yang kita syukuri bahwa tidak ada korban meninggal dari   Covid-19. Kita  wajib    bersyukur dan apresiasi  tim kerja terutama tim  medis yang melakukan pekerjaan ini dengan baik. Mudah-mudahan dalan kunjungan ini diharapkan ada manfaat bagi daerah kita,” tutupnya. (gr/roy/ulo)