Pemain Persipura Jayapura saat merayakan gol kedua yang dicetak oleh Gunansar Mandowen dalam laga perdana Shope Liga 1 di Stadion Klabat Manado, 1 Maret lalu. Saat itu, pasukan Mutiara Hitam berhasil menang 2-0 atas tamunya PSIS Semarang. ( FOTO: Erik/Cepos)

Polri Tetap Tak Beri Izin

JAYAPURA – PSSI dan PT LIB bersama 18 klub Liga 1 sepakat untuk kembali melanjutkan kompetisi pada tanggal 1 November mendatang. Sayangnya, niat baik tersebut bertepuk sebelah tangan. 

Pasalnya, Polri masih bersikukuh tidak akan memberikan iin keramaian, mengingat angka Covid-19 yang masih masif.

Artinya, kick off Liga 1 belum bisa dipastikan benar-benar bisa digulir pada 1 November mendatang. Selama Polri belum memberikan izin, maka kompetisi Liga 1 pun tak bisa berjalan.

Menanggapi hal itu, manajemen Persipura Jayapura sedikit galau. Pasalnya di satu sisi menginginkan kompetisi tetap jalan. Namun di sisi lain, Persipura juga memahami situasi Pandemi saat ini.

“Seperti yang saya sampaikan kemarin, kita hanya bisa berharap, dan akan menunggu izin dari pemerintah melalui Polri. Dan saya dengar Polri sudah sampaikan bahwa masih keberatan untuk itu. agi kami itu wajar saja,” ungkap Asisten Manajer Persipura Jayapura, Ridwan Bento Madubun kepada Cenderawasih Pos, Rabu (14/10).

“Mungkin mereka (Polri) masih melihat adanya situasi dan kondisi yang belum memungkinkan untuk diterbitkannya izin. Jelas mereka lebih paham situasinya, kita harus patuh dan taat,” sambung Bento begitu dia disapa.

Kata Bento, selama menunggu izin terbit, sudah pasti mereka akan butuh anggaran sebagai operasional tim. Karena Persipura tetap menggaji pemainnya meski kompetisi belum jelas.

“Untuk itu, per hari ini (Rabu, red) kami sudah menyurati juga ke sponsor, agar ada pencairan sehingga semua persiapan bisa berjalan sesuai harapan kita. Kalau tidak ya bisa repot, bisa-bisa tim diistirahatkan, dan kita coba hindari itu, sehingga kita buat permohonan ke sponsor,” ujarnya.

Bento juga membeberkan, pekan lalu Sekretaris Persipura, Rocky Bebena telah melakukan pertemuan dengan Manager External Communication Corpcom PT Freeport Indonesia, Kerry Yarangga terkait pencairan dan pajak. “Kita berharap dalam waktu dekat sudah dapat direalisasikan,” tutupnya.

Sementara itu PSSI, PT Liga Indonesia Baru (LIB), dan klub-klub boleh berteriak kencang Liga 1 dan Liga 2 akan tetap dilanjutkan. Tapi, Polri bergeming dengan tetap tak memberikan izin keramaian. 

’’Masih sesuai maklumat ya,’’ tutur Kadivhumas Polri Irjen Argo Yuwono, Selasa (13/10) malam. 

Maksudnya, maklumat Kapolri untuk tidak memberikan izin keramaian selama masa pilkada dan pandemi Covid-19. Maklumat itu pula yang membuat Liga 1 yang dijadwalkan berputar lagi pada 1 Oktober oleh PSSI ditunda sebulan. Penundaan itu pun tanpa disertai jaminan izin keramaian bakal dikeluarkan Polri. 

Jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia memang masih tergolong tinggi. Hari ini ada tambahan 3.906 kasus baru. Total mencapai 340.622 kasus. 

Jadi, memang sangat berisiko jika liga dilanjutkan meski tanpa penonton. Sebab, terbuka kemungkinan suporter akan tetap menyerbu stadion tempat tim kesayangan mereka bermain. 

Contohnya bisa dilihat pada laga uji coba Persija versus Bhayangkara FC di Depok akhir bulan lalu. Berstatus tertutup, ribuan suporter membanjiri stadion tanpa bisa dibendung. 

Apalagi, sudah ada tiga klub yang mengumumkan ada pemain mereka yang positif Covid-19 hasil tes usap yang diadakan LIB. Mereka adalah Persik Kediri, Persebaya Surabaya, dan Persipura Jayapura.

Selasa (13/10) kemarin PSSI dan PT LIB selaku operator Liga 1 dan Liga 2 mengadakan club meeting dengan 18 klub Liga 1 di Jogjakarta. Kesepakatan bersama yang dihasilkan, kompetisi harus dilanjutkan pada 1 November mendatang.

Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan mengungkapkan, setelah rapat, tidak ada perbedaan pendapat soal melanjutkan kompetisi dua pekan dari sekarang. ’’Semuanya menginginkan kompetisi tetap berjalan,’’ katanya.

Menurut Iwan Bule, sapaan akrab Mochamad Iriawan, pemerintah, dalam hal ini Presiden Joko Widodo sendiri, mendukung percepatan sepak bola Indonesia. Artinya, klaim dia, pemerintah mendukung penuh kompetisi dijalankan. Apalagi, kompetisi Liga 1 kali ini merupakan salah satu cara agar timnas kelak bisa bersaing di Piala Dunia U-20 tahun depan yang akan dituanrumahi Indonesia.

’’Kami memberikan apresiasi terhadap Pak Presiden. Beliau sangat perhatian terhadap persepakbolaan Indonesia,’’ ucapnya.

PSSI dan LIB, tampaknya, berupaya menggunakan ’’izin” dari Presiden Jokowi tersebut sebagai jalan pintas untuk memutar kompetisi. Bisa jadi karena mereka gagal melobi Polri untuk memberikan izin keramaian. 

Menurut dia, penundaan yang ada saat ini membuat susah banyak pemangku kepentingan sepak bola. Baik itu klub, pelatih, maupun pemain. 

Mantan Kapolda Metro Jaya itu juga menyebut banyak fans sepak bola Indonesia yang sangat ingin kompetisi kembali digulirkan. ’’Dan saya minta dengan hormat kepada suporter, khususnya yang punya basis fans besar, tolong ikuti anjuran dari kami selaku federasi yang dipercaya. Nonton di rumah saja, dari televisi, karena akan disiarkan secara langsung,’’ ujarnya.

Tidak semua yang hadir di Jogjakarta kemarin seoptimistis Iwan Bule soal lanjutan kompetisi. Direktur Pengembangan Bisnis Tira Persikabo Rhendie Arindra justru ragu Liga 1 benar-benar bisa dilanjutkan pada 1 November mendatang. ’’Masalahnya ada di eksternal soalnya. Ada di izin kepolisian dalam hal ini,’’ ucapnya.

Meski begitu, Tira Persikabo sendiri sangat siap berkompetisi. ’’Kami ikuti saja hasilnya nanti. Persiapan juga sudah matang kok,’’ imbuhnya. (eri/nat/JPG)