Jacksen F. Tiago

Jacksen F. Tiago ( FOTO: Erik / Cepos)

JAYAPURA – Lanjutan kompetisi Shopee Liga 1 2020/2021 atau pekan ke empat, Persipura Jayapura akan lebih dulu menjamu Persija Jakarta di Stadion Gajayana Malang, tanggal 3 Oktober mendatang.

Laga tersebut diprediksi akan berjalan sengit. Pasalnya kedua tim dalam enam kali pertemuan terakhir silih berganti saling mengalahkan. Tapi kali ini, laga big match tersebut digelar di tempat netral. Meski Persipura bertindak sebagai tuan rumah, tapi keduanya memiliki peluang yang sama untuk memenangkan pertandingan.

Tapi dalam laga ini, Persipura akan krisis juru gedornya, pasca ditinggal Sylvano Comvalius dan cederanya Marinus Wanewar. Sebaliknya, Persija juga sedang mengalami transisi pelatih dari Sergio Farias ke Sudirman.

Sergio Farias, pelatih asal Brasil itu terpaksa pulang ke negaranya setelah mendengar kabar anaknya terjangkit Covid-19. Sebagai gantinya, Persija menunjuk Sudirman untuk menukangi anak-anak Macan Kemayoran.

Pelatih kepala Persipura, Jacksen F. Tiago menilai, bahwa pergantian pelatih di tubuh Persija tidak akan berpengaruh besar. Menurut Jacksen, Sudirman tidak akan melakukan perubahan signifikan.

“Pasti masih ada sisa-sisa peninggalan pelatih sebelumnya, tidak mungkin Suirman melakukan perubahan drastis, dia akan dia akan mempertahankan yang ada,” ungkap Jacksen, Minggu (20/9).

Sehingga Jacksen mengaku tak begitu khawatir dengan calon lawannya itu. Pergantian pelatih tersebut, kata Jacksen bukan sebuah kesempatan bagi timnya. Baginya, skuat Persija tidak akan berubah meski kini ditunagi Sudirman.

“Sama dengan saya datang di Persipura, saya tidak melakukan banyak perubahan, dengan berjalannya waktu saya melakukan perubahan. Kekuatan Perisija bisa berubah saat kompetisi berjalan beberapa pekan, dan saya rasa itu akan terjadi karena hal yang wajar,” ujar Jacksen.

Pelatih berusia 52 tahun itu juga membeberkan, bahwa ia sudah memiliki beberapa catatan mengenai kekuatan calon-calon lawan mereka musim ini. Tapi menurutnya, musim ini sulit menakar kekuatan setiap tim setelah terjadi banyak perubahan akibat Covid-19.

“Ada tim yang pergantian pelatih, banyak pemain asing yang pergi dan ada beberapa pemain muda. Sehingga sulit untuk mengukur kekuatan lawan. Tapi semua itu akan terlihat saat kompetisi sudah berjalan,” tandasnya. (eri).