Yunus Wonda ( FOTO: Dok Cepos)

PON 2021 Papua

JAYAPURA – Kendati agenda PON akhirnya diundur hingga Oktober tahun 2021, seluruh kegiatan yang berkaitan dengan persiapan tetap dilakukan. Panitia dan masyarakat tak harus kecewa karena situasi memang tidak bisa dipaksakan untuk dilakukan. 

Terkait ini  Ketua PB PON Papua, Yunus Wonda menyampaikan bahwa  penundaan tersebut harus menjadi waktu untuk memaksimalkan semua persiapan.

 Meski pihaknya siap dengan waktu di tahun 2020, dengan penundaan ini semua harus lebih maksimal. Yunus juga berharap tak ada lagi alasa untuk yang kurang-kurang. Kalau tugas kami tinggal pelaksanaan saja namun ada sedikit persoalan karena virus ini dimana pelelangan, peralatan dan terganggu karena kondisi dan situasi.

 Selain itu masih ada venue yang progresnya 30 persen dan catatan yang diberikan adalah Cabor seperti terjun payung, perahu layar, terbang layang, dayung, panahan diakui belum mencapai progres 100 persen. “Ini yang harus benar-benar kami kawal, tak boleh ada alasan untuk tidak siap,” jelasnya.

 “Dari mundurnya waktu ini kami minta semua dituntaskan. Tak ada alasan ini itu karena waktu yang diberikan kami pikir cukup. Kami di PB PON mendapat bagian di penyelenggaraan dan administrasi,  perencanaan, penganggaran semua sudah. Tersisa pelaksanaan,” bebernya. 

Ia juga berharap musibah Covid-19 bisa berlalu dan pekerjaan khususnya fisik yang biasa dilakukan 3 shif bisa kembali dilakukan. “Kini hanya 1 shif saja dan ada perubahan dolar dan peralatan yang diambil dari negara luar. Semua pertimbangan ini harus dipikirkan lagi sedangkan kami di PB PON tetap bekerja meski melalui online,” imbuhnya. (ade/gin)