RAPAT KOORDINASI: Kadishub Provinsi Papua, Reky Douglas Ambrauw saat memimpin rapat koordinasi dengan KSOP Pelabuhan Jayapura, Dinas Perhubungan Kabupaten/Kota Jayapura, PT. Angkasa Pura, PT Pelindo dan jajaran pegawai Dinas Perhubungan Provinsi Papua, di ruang rapat Dinas Perhubungan Papua, Rabu (11/3) siang kemarin. ( FOTO ; Reky Amrauw for Cepos)

Ruang Pasien Virus Corona RSUD Jayapura Masih Direnovasi

JAYAPURA – Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua, Reky Dauglas Ambrauw mengatakan, pihaknya terus intens melakukan koordinasi mengantisipasi wabah virus corona. Untuk mencegah wabah Covid-19 tersebut masuk ke tanah Papua, Dinas Perhubungan Papua dan pihak terkait secara ketat melakukan pemeriksaan kepada para penumpang yang datang ke Papua melalui pintu utama, seperti bandara dan pelabuhan.

“Hari ini (kemarin, Red) kami sudah melakukan koordnasi dengan instansi terkait, bandar udara dan pelabuhan Jayapura. Rapat ini untuk kita koordinasi sejauh mana langkah-langkah yang sudah dilaksanakan oleh instasni terkait menyangkut virus corona. Dan mereka sudah melakukan dengan baik,” ungkap Reky Ambrauw kepada Cenderawasih Pos saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (11/3) siang kemarin.

Untuk pemeriksaan, menurut Reky setiap penumpang yang datang melalui pelabuhan dan bandara wajib diperiksa mengenai suhu tubuh penumpang. Hingga saat ini, diakuinya semua penumpang yang datang ke Papua masih aman. “Dari hasil rapat koordinasi semua berjalan normal. Dalam arti tidak ada hal-hal yang perlu dikhawatirkan mengenai isu virus corana yang sudah masuk ke Indonesia dan kami memberikan apresiasi kepada pihak Bandara Sentani dan Pelabuhan Jayapura yang terus intens melakukan pemeriksaan,” ujarnya.

Dikatakan, pemeriksaan tidak hanya dilakukan di Bandara Sentani, kabupaten Jayapura dan Pelabuhan Jayapura. Namun hal serupa juga berlaku bagi semua bandara dan pelabuhan yang merupakan pintu kedatangan masyarakat dari luar Papua.

“Hari ini kami memang dengan instansi terkait yang berada di Kabupaten dam kota Jayapura, sementara kabupaten lain saya fikir mereka pasti mengambil langkah-langkah yang sama dengan yang dilakaukan oleh Kabupaten/kota Jayapura,” ucapnya.

Sementara itu, Epidemiologi Kantor Kesehatan Pelabuhan Jayapura, Mina Sipayung menjelaskan bahwa untuk mengantisipasi virus corona, KKP Jayapura sebagai Unit Pelaksanaan Teknis Kemenkes, melaksanakan pengawasan guna kewaspadaan penyebaran Covid 19 di Jayapura. 

“Langkah yang dilakukan sesuai tupoksi KKP adalah pengawasan lalu lintas orang di pintu masuk daerah/negara, yaitu di pelabuhan laut Jayapura, bandara Sentani, perbatasan Skouw. Langkah yang di lakukan adalah pengukuran suhu tubuh penumpang kapal turun di dermaga pelabuhan Jayapura dengan menggunakan termometer infrared. Utuk penumpang turun di bandara Sentani menggunakan Termal scanner. Sampai dengan saat ini (Rabu) Jayapura/Papua masih sehat atau bebas dari virus Corona (Covid-19),” tandasnya. 

Sementara itu, terpilihnya Roby Kayame sebagai Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua memang tak ada yang menyangka. Namun dari kepemimpinan baru ini tak sedikit yang menaruh harap agar wajah kesehatan di Papua menjadi lebih baik. 

Sekretaris Komisi V DPR Papua, Jack Komboy menyampaikan bahwa dari kepemimpinan baru ini paling tidak ada terobosan yang bisa dilakukan untuk memperbaiki sektor kesehatan di Papua. 

Jack menyebut ada beberapa soal yang patut diseriusi diawal kepemimpinannya pertama soal mewabahnya virus corona tau Covid 19 yang angka terakhir telah 17 orang dinyatakan positif dan 1 orang dinyatakan meninggal dunia. Papua sendiri sangat terbuka dengan virus ini sehingga perlu upaya segera untuk ditangani. “Saya pikir Corona yang ada di depan mata dan itu yang harus ditangani lebih dulu. Kita tak bisa berharap banyak para pemerintah pusat dan saya pikir sosialisasi secara masive   hingga ke akar rumput perlu dilakukan,” kata Jack, Rabu (11/3).

Pasalnya hingga kini penyampaian atau penjelasan soal apa dan bagaimana virus ini hanya diperoleh di media sosial WhastApp. Nah tak sedikit juga informasi yang juga menimbulkan kepanikan  sehingga terjadi aksi borong masker bahkan meninggikan harganya. “Ini karena ketidaksiapan. Papua harus siap,” jelasnya. Selain itu PR lainnya adalah bagaimana mengintegrasi antara KPS ke BPJS. “Ini juga urgent sebab dibeberapa kabupaten ada pasien yang ditolak karena datanya berbasis e-KTP,” jelasnya. 

Roby Kayame juga diminta melanjutkan ataupun berkoordinasi dengan mantan kepala dinas, drg Aloysius Giay soal apa yang sudah berjalan. Jangan melakukan hal baru yang tidak bisa dijalankan. “Sebaiknya melanjutkan yang  lama sekaligus menyesiakan dengan kondisi di provinsi. Provinsi berbeda dengan kabupaten dan ini mengelola yang sangat besar, mengurus 29 kabupaten kota,” pungkasnya. 

Terkait antisipasi penyebaran virus Corona di Papua, RSUD Jayapura yang menjadi rumah sakit rujukan bagi pasien suspect Corona dinilai cukup siap. Direktur RSUD Jayapura, drg. Aloysius Giyai, M.Kes., menyebutkan, kesiapan RSUD Jayapura tinggal menunggu ruang isolasi yang hingga kini masih dalam tahap renovasi.

“Tinggal ruang isolasi yang dulunya digunakan untuk pasien positif Virus Flu Burung yang memang masih dalam tahap renovasi, hingga saat ini. Ini yang kita terus genjot biar cepat selesai. Artinya, karena ruangan ini benar-benar mengikuti standard, sehingga sekiranya dalam 2 minggu ini ruangannya sudah rampung,” ungkap Aloysius Giyaikepada Cenderawasih Pos via telepon, Rabu (11/3) kemarin.

Kata Aloysius Giyai, obat-obatan juga telah disiapkan untuk mengantisipasi jikalau ada pasien yang terdampak virus Corona. Termasuk baju pelindung yang dikenakan tenaga medis pun telah disiapkan.

“Obat-obatan sudah siap. SDM, dalam hal ini, tenaga medis kedokteran pun sudah siap. Dalam 1 – 2 hari ke depan kita akan lakukan simulasi penanganan Virus Corona di RSUD Jayapura,” tambahnya.

Sekalipun pasien suspect virus Corona terus bertambah, Aloysius Giyai meminta masyarakat, khususnya yang berdomisili di Papua, untuk tidak panik. “Harus biasakan hidup bersih dan sehat. Kalau ada yang dicurigakan, segera ke Puskesmas maupun rumah sakit,” pungkasnya. (eri/ade/gr/nat)