JAYAPURA- Kepala Badan Perbatasan dan Kerja Sama Provinsi Papua, Suzana Wanggai menyebutkan bahwa hingga saat ini, pintu perbatasan Indonesia – Papua Nugini, baik di Sota, Merauke maupun di Skouw, Wutung, Kota Jayapura, belum dapat dibuka.

 “Perbatasan dua negara ini artinya, keputusan negara yang satu menjadi keputusan negara satunya lagi. Keputusan Pemerintah Papua Nugini lockdown negaranya, maka kita juga, sehingga perbatasan kita tutup,” ungkap Suzana Wanggai kepada Cenderawasih Pos, Jumat (9/10).

 Hal ini sudah menjadi kebijakan Pemerintah Papua Nugini dalam kaitannya dengan keamanan dari pandemi Covid-19.

 “Kita mau protes,  tapi itu menjadi hak mereka untuk keamanan negara mereka. Kita menghargai keputusan Papua Nugini untuk lockdown negara mereka, termasuk di pintu perbatasan, meskipun sangat berdampak terhadap perekonomian di wilayah perbatasan, terutama di titik pintu masuk yang memiliki pasar,” tambahnnya.

 Terlebih kalau Skouw, hampir 100 persen semua konsumen dari Papua Nugini.  ‘’Dengan adanya kebijakan ini, maka kita juga sangat terdampak. Begitu pula di Sota, Merauke, pelintas batas antar negara Indonesia – Papua Nugini masih belum bisa,” pungkasnya. (gr/ary)