WAJIB MASKER: Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano, MM., saat memasangkan masker ke salah satu warga yang terjaring operasi penggunaan masker di Taman Imbi, Distrik Jayapura Utara, Rabu (16/9) kemarin. FOTO: Yonathan/Cepos)

JAYAPURA-Setelah sempat berada di bawah 0 sebelum Pemkot Jayapura memberlakukan adaptasi menuju new normal, bilang reproduksi dasar (basic reproduction number) atau Ro di Kota Jayapura kembali meningkat dan di atas 1. 

Hal ini diungkapkan Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano, MM., atau BTM kepada wartawan saat memantau pelaksanaan operasi penertiban penggunaan masker di Taman Imbi, Distrik Jayapura Utara, Rabu (16/9) kemarin.

BTM menyebutkan, sebelum pemberlakukan adaptasi menuju new normal, Ro di Kota Jayapura berada pada angka 0,80. Namun sejak diberlakukannya adaptasi menuju new normal, Ro Kota Jayapura pada tanggal 13 September 2020, berada pada angka 1,85.

“Ini sudah semakin tinggi. Oleh sebab itu kita terus melakukan pengawasan yang ketat di seluruh wilayah Kota Jayapura,” tegasnya. 

Sejak diberlakukannya adaptasi menuju new normal pada tanggal 3 September lalu, menurut BTM hingga tanggal 14 September 2020, rata-rata terjadi penambahan kasus positif Covid-19 di Kota Jayapura sebanyak 25 kasus.

Selain peningkatan kasus penularan Covid-19, BTm juga menyebutkan angka kematian akibat Covid-19 juga mengalami peningkatan. “Angka kematian juga mengalami peningkatan dari awal September hingga saat ini kasus kematian 2 sampai 3 orang,” tambahnya. 

Kondisi ini menurut BTM akan etrus dipantau dan diawasi oleh Pemkot Jayapura. Bahkan pada tanggal 30 September nanti, Pemkot Jayapura akan melakukan evaluasi. “Kami akan evaluasi pada tanggal 30 September 2020. Apakah tatanan hidup normal ini diperpanjang ataukah kita lakukan pembatasan waktu lagi,” ujarnya. 

Peningkatan penularan Covid-19 di Kota Jayapura menurut BTM menjadi perhatian serius Pemkot Jayapura. Sebab saat ini menurutnya, sudah ditemukan adanya kasus positif Covid-19 di tempat hiburan malam seperti bar dan diskotik dan juga perkantoran. “Ini akan kita evaluasi dengan tingkat kematian yang tinggi,” tegasnya.

Disinggung mengenai langkah yang dilakukan Pemkot Jayapura, BTM menyebutkan pengawasan terhadap aktivitas warga di Kota Jayapura menjadi perhatian serius. “Kita terus melakukan pengawasan yang ketat di seluruh wilayah Kota jayapura seperti aktivitas di warung makan, di supermarket, mal, pasar tradisional akan terus diawasi,” tandasnya.

Dalam pengawasan tersebut, Pemkot Jayapura akan terus mendorong peningkatan kesadaran masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan. Seperti penggunaan masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak dan tidak berkerumun.

Untuk meningkatkan kesadaran warga dalam menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, Pemkot Jayapura mulai Rabu (16/9) kemarin menggelar operasi penertiban penggunaan masker.

BTM menyebutkan, operasi ini digelar di lima distrik di Kota Jayapura yaitu di Distrik Heram, Abepura, Muara Tami, Jayapura Selatan dan Jayapura Utara. 

Pemkot Jayapura yang didukung TNI-Polri, organisasi kemasyarakatan dan paguyuban warga, menggelar operasi yang dibagi dalam dua shift. Shift pertama mulai pukul 09.00 – 13.00 WIT dan shift II mulai pukul 13.00 – 17.00 WIT.  

“Dasar hukum dalam melakukan operasi yaitu pertama Kepres Nomor 6  Tahun 2020 dan Keputusan Mendagri Nomor 4 Tahun 2020. Dalam aturan tersebut terdapat dua pilihan bagi warga yang kedapatan tidak memakai masker yaitu memilih melakukan kerja bakti membersihkan atau membayar sanksi administrasi sebesar Rp 200 ribu,” jelasnya.

Wali Kota Benhur Tomi Mano menegaskan bahwa masker menjadi kewajiban bagi setiap warga yang melakukan aktivitas di luar rumah tanpa terkecuali. 

“Kita akan terus mensosialisasikan kepada masyarakat terkait pentingnya penggunaan masker. Kalau saya pakai masker, ko pakai masker. Maka kita menyelamatkan diri kita dan orang lain,” pungkasnya. (nat)