SOCIAL DISTANCING: Dua oranng karyawan/karyawati Mercure Hotel Jayapura menerapkan social distabcing saat menggunakan lift di hotel tersebut, Kamis (28/5). (FOTO: Mercure for Cepos)

Ekonom Uncen: New Normal Akan Bawa Dampak Positif Bagi Perekonomian

JAYAPURA-Dunia usaha di Kota Jayapura merespon positif rencana pemerintah pusat untuk menerapkan kelaziman baru atau new normal.  Terkait rencana penerapan new normal dunia usaha dan penyedia jasa transportasi di Jayapura rata-rata sudah menerapkan protokol kesehatan penanganan Covid-19 yang disyaratkan dalam pelaksanaan new normal nanti. 

Dari pantauan Cenderawasih Pos, beberapa sektor usaha seperti perhotelan, bisnis ritel, penyedia trasportasi laut seperti Pelni maupun transportasi udara  telah menyiapkan diri dan akan mengikuti setiap keputusan dan kebijakan yang harus dilakukan terkait dengan new normal.

General Manager Mercure Hotel Jayapura, T. Ben Alhjj mengatakan dalam menerapkan new normal, pihaknya sudah memiliki standar prosedur yang dikeluarkan oleh corporate pusat Mercure Hotel. Dimana implementasinya sampai dengan saat ini masih dalam tahap pelaksanaan.

“Kami masih dalam tahap pelaksanaan dari satu departemen satu ke departemen lainnya. Karena mencakup kegiatan operasional seluruh hotel yang ada, baik di Papua maupun di Indonesia serta di negara-negara lainnya. Jika hanya satu hotel saja maka secara otomatis lebih mudah. Namun karena kami merupakan gabungan dari Accor Hotels sehingga tahap penerapannya secepatnya akan kami lakukan. Target kami mudah-mudahan bulan Juni minggu kedua sudah bisa berjalan sepenuhnya,” katanya kepada Cenderawasih Pos, Kamis (28/5) kemarin.

Penerapkan sistem new normal, diakuinya sebagian telah dilakukan oleh manajemen  Mercure Hotel Jayapura. Baik dari pembatasan jumlah pengunjung yang menggunakan lift, menyediakan titik-titik untuk orang berdiri di dalamnya, menyediakan tempat cuci tangan dan beberapa upaya lainnya. 

Bahkan menurut Ben Alhjj, protokol kesehatan ini sudah diterapkan sejak pertama kali munculnya kasus Covid-19 di Papua.

“Hanya saja yang akan kami ubah dengan adanya peraturan baru adalah di setiap kamar, kami akan mengganti gelas kaca dengan gelas sekali pakai. Ini guna menghindari barang-barang yang sifatnya dipakai masal. Selain itu penggunaan pulpen di kamar juga akan kami hindari. Pada dasarnya kami sudah sangat siap dalam menyambut New Normal,” jelasnya.

Secara terpisah, Store General Manager Hypermart Jayapura, Gatot mengatakan untuk penerapan new normal, pihaknya juga telah menerapkan sistem protocol Covid-19. Pihaknya melakukan dengan berbagai prosedur mulai dari pengecekan suhu tubuh karyawan, pemberian vitamin, masker dan penerapan physical distancing bagi customer.

“Konsep yang saat ini kami terapkan, masih mengikuti protocol Covid-19, yang berlaku secara nasional dan yang telah dikeluarkan oleh Hypermat kantor pusat. Pada dasarnya kami siap menerapkan protocol kesehatan guna mencega ppenyebaran  covid 19,” terangnya.

Sementara itu, Kepala PT. Pelni Cabang Jayapura, Harianto Sembiring mengatkan, pihaknya telah menerima prosedur pemberlakukan new normal yang akan diterapkan di setiap kantor cabang. Mulai dari jam operasional dari pukul 9.00- 15.00 WIT. 

Termasuk pemeriksaan kesehatan pegawai harus diperhatikan. Dimana aturan tersebut akan diberlakukan pada Juni – Juli, setelah melihat perkembangan tahap 2 akan dilakukan pada Agustus mendatang.

“Adapun upaya lainnya seperti menjaga jarak antara karyawan pada saat bekerja di kantor. Menyediakan tempat cuci tangan dan sabun di pintu masuk kantor. Pemeriksaan suhu tubuh seluruh orang yang masuk ke kantor, penerapan physical distancing di dalam lift, penyemprotan disinfektan, mengatur akses penggunaan toilet dan melakukan monitoring untuk penggunaan masker,” tandasnya.

Bahkan dalam melayani pembelian tiket, penumpang menurut Sembiring harus memiliki surat sehat ditunjukkan dengan hasil rapid tes, memiliki KTP, memiliki surat tugas dan pembatasan penumpang maksimal 50 persen.

Ditambahkan, peraturan tersebut akan diterapkan pada Juni mendatang. Namun untuk Papua khusus layanan penumpang pihaknya masih menunggu informasi selanjutnya dari pemerintah daerah dalam hal ini Gubernur Papua. 

Sementara dosen Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Cenderawasih, Kurniawan Patma, S.E, M.Ak mengatakan, kehidupan normal atau new normal yang dilaksanakan pemerintah ini akan memberikan dampak positif bagi berbagai sektor, khususnya sektor perekonomian di Papua. 

“New normal sebagai langkah yang diinisiasi oleh pemerintah tentu akan membawa dampak bagi berbagai sektor termasuk sektor perekonomian,” katanya, saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos melalui telepon selulernya, Kamis (28/5).

Menurut Patma, kebijakan new normal yang dilakukan oleh pemerintah ini merupakan langkah yang baik. Tetapi harus tetap memperhatikan protokol kesehatan. Seperti memakai masker ketika beraktivitas di luar rumah, mencuci tangan, jaga jarak, menghindari kontak fisik, dan lain sebagainya. 

“Langkah ini diharapkan kembali menghidupkan denyut ekonomi secara perlahan dengan tetap mengikuti protokol phsycal distancing,” ucap alumni Akuntansi FEB Uncen tahun 2009 ini. 

Patma menjelaskan, bagi pelaku UMKM tentu ini bisa menjadi alternatif untuk kembali bertahan hidup dengan dibukanya aktivitas ekonomi secara normal di seluruh Indonesia, khususnya di bumi cenderawasih. 

Namun demikian, kata Patma,  penerapan new normal juga dapat menyebabkan pemulihan ekonomi berjalan lebih lambat. Karena masyarakat makin khawatir ke tempat-tempat ramai seperti pasar saat kurva positif virus Corona masih meningkat.

“Sementara itu pelaku UMKM yang akan beraktivitas kembali harus menghadapi kenaikan biaya untuk pembelian APD, hand sanitizer dan lain-lain. Tanpa bantuan pemerintah, new normal akan jadi beban UMKM,” jelasnya. 

Patma menyatakan, hal yang perlu diinisiasi oleh Pemprov Papua juga adalah kolaborasi dan literasi digital bagi pelaku UMKM. Karena mau tidak mau internet akan menjadi motor penggerak utama new normal.  (ana/bet/nat)