Tampak perbaikan jalan di SMAN 4 Jayapura di Entrop, yang masih berlangsung. Namun hal ini tidak ada perencanaan yang matang, hal ini  terlihat jalan dan sungai tidak dibuatkan pembatas, sehingga kendaraan yang lewat mudah jatuh ke sungai, Jumat (9/8). ( FOTO : Priyadi/Cepos)

JAYAPURA-Proyek peningkatan perbaikan  jalan dan  jembatan di Komplek SMAN 4 Jayapura, kini sudah berlangsung 2 minggu. Namun warga setempat sempat mengeluhkan pelaksanaan perkejaan itu, karena tanpa  memikirkan keselamatan pengendara ataupun pejalan kaki yang lewat. Hal ini dikarenakan, perbaikan jalan tidak melihat batas jalan dan sungai. Seharusnya ada batasnya yang lebih tinggi agar tidak  membahayakan pengendara dan pejalan kaki yang lewat untuk tidak jatuh ke sungai.

 Acok salah satu salah warga komplek SMAN 4 Jayapura mengatakan dalam melakukan perbaikan jalan karena daerahnya dekat sungai, tentu jalan dan sungai harus ada pembatasnya, sehingga saat kendaraan lewat atau pejalan kaki lewat tidak jatuh ke sungai. 

Saat ini, jalan sudah dilakukan pengecoran setebal 16 cm, rata dengam pembatas sungai dan salah satu pekerja saat ditanya apakah dibuatkan pembatas jalan dan sungai, mereka mengatakan tidak hanya jalan ini saja.

 Hal lain yang jadi keluhan warga dalam hal melakukan pengecoran masih terlihat kurang maksimal, karena timbunan karang lebih tebal dari pada pengecorannya.

  “Saya harap sebelum bekerja,  perencanaan harus dimatangkan jangan asal-asal kalau memang ditinggikan dalam perbaikan jalan, tentu harus ditinggikan juga pembatasnya, supaya kendaraan yang lewat tidak masuk ke sungai, ungkapnya, Jumat (9/8).

   Ditempat yang sama, Kepala SMAN 4 Jayapura Laba Sembiring, mengaku sangat bersyukur dan berterimakasih Pemerintah Kota telah peduli dan respon dalam memperhatikan jalan dan jembatan yang rusak di komplek SMAN 4 Jayapura, dengan perbaikan ini tentu sangat membantu kelancaran kendaraan yang setiap hari lewat. 

   Walaupun demikian, Laba Sembiring juga berharap mutu perbaikan peningkatan jalan dan jembatan harus benar-benar diperhatikan dengan baik, jangan sampai, baru diperbaiki tidak lama kemudian akan rusak lagi akibat bahan yang digunakan tidak sesuai. Contohnya saat hujan jalan kembali berlobang karena  terkikis oleh air hujan maupun kendaraan yang lewat.

  “Kami harap pengawas proyek bisa benar-benar teliti, bisa melihat secara detail proses pengerjaannya, baik dalam hal pencampuran bahan material, waktu kerja dan lainnya,” karena kita berharap hasilnya harus Makismal,”tandasnya(dil)