Wakil Bupati Jayawijaya Marthin Yogobi, SH.M.Hum saat melakukan panen ikan di halaman Kantor Distrik Pisugi, Rabu (19/2).( FOTO: Denny/ Cepos )

WAMENA-Pemerintah Kabupaten Jayawijaya memastikan jika hampir semua masyarakat yang berdiam  di lembah khususnya di pinggiran sungai dan Kali Baliem mempunyai kolam  ikan air tawar. Meski potensi untuk pengembangan ikan air tawar Jayawijaya ini cukup besar, namun hingga saat ini belum dikelola secara optimal.

  Wakil Bupati Jayawijaya Marthin Yogobi mengharapkan ada pemberdayaan kepada kelompok -kelompok pembudidayaan ikan yang ada untuk terus menggali potensi ini. Hal ini agar mereka mampu untuk meningkatkan produksi ikan air tawar, namun pemerintah belum optimal menjangkau sektor ini.

  “Peternak ikan di Jayawijaya hampir tersebar di Distrik -distrik yang ada di kawasan Lembah Baliem hampir semua itu memiliki kolam untuk membudidayakan ikan air tawar, sehingga kita dari pemerintah mencoba untuk memberdayakan mereka melalui dinas terkait,” ungkapnya di Distrik Pisugi Rabu (19/2) kemarin

  Ia melihat sektor perikanan ini akan menjadi perhatian pemerintah,  sehingga dinas terkait minimal proaktif untuk turun ke lapangan untuk melihat langsung kondisi masyarakat pembudidya ikan di kampung dan distrik. Jadi,  kalau ada bibit ikan yang perlu dibantu akan dilakukan pembagian bibit ikan dan pakan ikan kepada Pembudidaya ikan yang masih terus mengembangkan sektor ini.

  Secara terpisah  Kepala Bidang Produksi Perikanan Dinas Perikanan Umbarawati mengakui jika tahun 2019 lalu Dinas Perikanan Kabupaten Jayawjaya telah membagi bibit ikan di 23 distrik, kepada  65 pembudidaya ikan, dimana bibit ikan yang diberikan itu seperti  mas dengan nila. 

  “Untuk ikan mujair itu ikan pertama yang di sini atau endemik di Jayawijaya, tetapi makin ke sini populasi ikan tersebut makin hilang di kalangan masyarakat,”ujarnya

  Ia juga menjelaskan pertumbuhan mujair dengan nila itu lebih bagus nila. sekarang mujair semakin kurang, sementara ada perbedaan antara nila dengan mujair itu, kalau ikan nila itu ada garis-garis di punggungnya dan kalau mujair tidak ada garis.

  “Untuk bibit ikan Mas dan Nila ini, bibitnya kita datangkan dari sini karena kitakan ada kelompok Unit Pembenihan rakyat (UPR) di Jayawijaya,”jelas Umbarawati. (jo/tri)