Danrem 172/PWY Brigjen TNI Izak Pangemanan ketika merilis hasil tangkapan ganja, Rabu (21/10) lalu. (foto: Humas Korem)

*Akui Tak Semua Wilayah Diawasi 

JAYAPURA- Danrem 172/PWY Brigjen TNI Izak Pangemanan menyebutkan, terjadi penyelundupan ganja lewat jalan tikus di tengah pandemi Covid-19. Narkotika jenis ganja tersebut berasal dari PNG negara yang berbatasan langsung dengan Skow.

 Menurut Danrem, para pengedar telah pintar  dan dapat melihat begitu ketat pengawasan yang dilakukan oleh aparat. Sehingga mencari jalan-jalan tikus, dimana jalan tersebut tidak terjangkau oleh aparat penjaga perbatasan secara keseluruhan dalam waktu bersamaan.

 “Terdapat tiga Batalyon Satgas Pamtas di jajaran Kolakops Korem 172/PWY yang mengamankan batas wilayah darat antara Indonesia dan Papua Nugini yang terbentang sepanjang 430 kilometer, yakni wilayah Kota Jayapura, Kabupaten Keerom dan Kabupaten Pegunungan Bintang,” terang Danrem sebagaimana rilis yang diterima Cenderawasih Pos, Kamis (22/10).

 Lanjutnya,  terdapat 51 pos Satgas Pamtas yang mengamankan perbatasan sepanjang 430 kilometer. Sehingga tidak semua wilayah dapat diawasi. Sehingga itu, pihaknya selalu bersinergi dengan Polri, Bea dan Cukai, BNN, masyarakat dan sejumlah lembaga yang terkait untuk mencegah penyelundupan ganja ini.

 “Selama masa pandemi Covid-19, masih banyak ditemukan kasus penyelundupan maupun pengedaran ganja masuk ke Indonesia dari Papua New Guinea. Hal tersebut terlihat dari banyaknya hasil yang didapatkan oleh Satgas Pamtas RI-PNG selama melaksanakan sweeping kendaraan dan patroli,” terang Izak.

 Sebelumnya pada Selasa (20/10), pihaknya bersama dengan Bea dan Cukai Jayapura, Polres Keerom dan BNN Jayapura menggelar alat bukti hasil sweeping ganja kering sebanyak 14 paket, kurang lebih seberat 1 Kg bersama pelaku sebagai bukti komitmen bersama seluruh pihak dalam memerangi narkoba di papua. (fia/wen)