Warga yang ingin berangkat dari Wamena saat mengantre mengambil surat izin dan pengantar untuk rapid test dari tim gugus di Kantor Otonom Gedung Wenehule Huby Wamena, Kamis (1/10). ( FOTO: Denny/ Cepos)

WAMENA-Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, menyatakan untuk evaluasi penanganan Covid-19 di Jayawijaya, pihaknya telah memperketat pemeriksaan di Bandara Sentani Jayapura untuk mengawasi warga yang ingin berangkat ke Wamena. Begitu juga warga dari Wamena yang ingin ke Jayapura atau ke daerah lain semuanya melalui mekanisme pemeriksaan rapid test.

  “Kita tahu bersama Jayawijaya pernah menekan penyebaran angka Covid -19 ini hingga zero, namun karena hanya 1 orang yang tidak karantina membuat kini kasus di Jayawijaya menjadi 30 kasus yang terpapar Covid -19,” ungkapnya Kamis (1/10) kemarin.

   Menurutnya, evaluasi itu salah satunya ditingkatkan pemeriksaan di Bandara Sentani Jayapura dengan pengawasan jalan darat yang juga ada peraturan Bupati Yalimo yang telah berlaku pertanggal 25 September. Dimana, bila ada warga tidak memiliki sudat izin masuk dan tak ada surat bebas rapid test dilarang melalui jalan darat untuk masuk ke wilayah Lapago.

  “Ini yang menjadi kesepakatan dimana para Bupati menjaga pintu masuk ke wilayahnya masing-masing ini yang diminta dari Gubernur Papua melalui Wakil Gubernur kepada Bupati/Walikota dan kita sudah jalankan itu,”jelas Jhon Banua.

   Dikatakan, karena Pemkab Jayawijaya tetap membuka Bandara Wamena, maka   Pemeriksaan di Bandara Sentani Jayapura harus diperketat. “Kita mau akses bandara tetap dibuka, tetapi melalui pemeriksaan yang dilakukan petugas kita di Bandara Sentani Jayapura untuk memeriksa penumpang yang ingin berangkat Ke Wamena.”kata Mantan Wakil Bupati Jayawijaya dua periode. (jo/tri)