Kepala BPJN Jayapura, Edu Melki Paulus Sasarari, ST, MM (kiri depan) didampingi PPK 1.5 Provinsi Papua, Tommy RR Ekel,ST, dan Pengawas Lapangan PPK 1.5 Provinsi Papua, Samuel Isir, ST, saat meninjau jembatan Yahuli di ruas jalan Trans Papua, Jayapura – Wamena, Sabtu (12/9). (FOTO: Erik/Cepos)

Jembatan Yahuli Difungsikan, Jalur Jayapura-Wamena Terhubung

JAYAPURA-Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Jayapura, Edu Melki Paulus Sasarari, ST, MM mulai melakukan gebrakan. Salah satunya melakukan kunjungan kerja untuk pertama kalinya di ruas jalan trans Papua, Jayapura – Wamena, 11 – 12 September 2020.

Dalam kunjungannya, Kabalai Edu Sasarari didampingi rombongan BPJN Jayapura melihat secara langsung ruas jalan trans Papua Jayapura – Wamena.

Tak hanya itu, Kabalai Edu Sasarari juga berkesempatan meninjau langsung progres pembangunan jembatan yang berada di ruas jalan Trans Papua, Jayapura – Wamena.

Saat ini, konektivitas Jayapura – Wamena kembali tersambung setelah jembatan Yahuli yang berada di ruas jalan Jayapura – Wamena yang sempat terputus awal Februari 2019 silam, hampir rampung dan kini telah difungsingkan kembali.

Kabalai mengatakan bahwa untuk melancarkan transportasi Jayapura-Wamena, melalui program multi years akan melanjutkan pengaspalan sepanjang 91 kilometer dari ujung aspal saat ini yang berada di kilometer 231.

“Jadi hari ini (Sabtu-red) kita sama-sama dengan teman di balai mengecek paket-paket kita yang berada di ruas jalan trans Papua (Jayapura-Wamena). Ada paket kita yang reguler dan ada yang paket multi years akan kita kerjakan,” ungkap Kabalai Edu kepada Cenderawasih Pos di sela-sela peninjauan jalan trans Papua, Sabtu (12/9).

“Kita harapkan, di tahun 2022 pengaspalan kurang lebih 100 kilo selesai kita lakukan, sampai dengan kilo 366 ini diharapkan sudah beraspal. Ada sebagain dikerjaan oleh Balai Jayapura ada juga yang diaspal oleh teman-teman di Balai Wamena. Jadi pengaspalan dari ujung asal sampai dengan Mamberamo kampung Ruja itu 91,4 Km dan harus tuntas di tahun 2022,” sambung mantan Kabalai PJN  Merauke.

Bila pengaspalan tersebut selesai di tahun 2022, maka ruas jalan trans Papua, Jayapura – Wamena yang sudah beraspal mencapai 366 Km dari titik nol Jayapura. Artinya hanya menyisahkan 75 Km untuk menghubungkan ujung aspal Elelim yang juga merupakan tanggung jawab BPJN Wamena.

Kabalai Edu juga menuturkan, selain melakukan pengaspalan, pihaknya juga akan membangun 18 jembatan beton permanen sepanjang ruas jalan trans Papua, Jayapura – Wamena.

“Ada 18 jembatan kayu yang akan kita bangun ke jembatan beton. Saat ini sudah ada jalan dan ada yang masih lelang. Tapi semuanya akan rampung di tahun 2022, baik pengaspalan dan jembatan,” ucap Kabalai Edu.

Soal jembatan Yahuli yang kini dapat difungsikan, Kabalai Edu berharap dapat membantu akses Jayapura dengan 8 kabupaten di pegunungan tengah Papua.

“Saya pikir ini jalan trans yang memang harus kita dukung sama-sama. Ini program pemerintah kita harus dukung,” pinta Edu.

Saat ini, meski jembatan Yahuli telah difungsikan, tapi masih ada beberapa pekerjaan yang harus diselesaikan seperti pemasangan batu untuk talud.

“Untuk rampung 100 persen, nanti di Desember, sesuai kontrak kerja. Jembatan Yahuli itu dibangun dengan dua tahun anggaran. Tahun pertama itu tahun 2019 untuk pekerjaan pondasi dan bagunan bawah. Kemudian kontrak 2020 itu bagunan atas yaitu pemasangan rangka, lantai dan jalan pendekatnya dan sudah bisa difungsikan,” jelas Edu.

Selain itu, pihaknya juga akan memasang beberapa rambu-rambu didaerah yang rawan kecelakaan. (eri/nat)