Kristian  Isir,  SE, MSi

MERAUKE-Pandemi  Covid-19 yang terjadi sejak   Maret  di Kabupaten  Merauke sangat berdampak  pada penerimaan  pendapatan asli  daerah (PAD)  Pemerintah Kabupaten Merauke.  Kepala Badan Pendapatan  Daerah Kabupaten  Merauke Kristian  Isir,  SE, MSi mengungkapkan bahwa target PAD  tahun 2020 sebesar Rp 170, 4 miliar hingga sampai Juni 2020 yang tercapai  baru  sebesar Rp 26 persen atau  sebesar  Rp 45,4 miliar.  

   “Dengan adanya pandemi Covid-19   ini benar-benar memukul penerimaan  pendapatan asli daerah kita, dimana sampai bulan Juni 2020  yang tercapat baru Rp 45 miliar lebih atau sekitar  26 persen dari target Rp 170 miliar lebih,” kata  Kristian.  

   Menurut  dia, dengan adanya pandemi  tersebut membuat sumber-sumber   pendapatan asli daerah   sejak  Maret  sampai  sekarang  lesuh. Apalagi, sejak Maret lalu  sampai  Juni  atau    kurang lebih 4 bulan  tersebut  penggerak ekonomi  masyarakat hampir lumpuh. Meski    new  normal  telah  diberlakukan  sejak  akhir  Juni  sampai sekarang namun  perekonomian masyarakat masih lesuh. 

   Seperti   usaha perhotelan, restoran    meski  sudah  dibuka, namun masih mengalami  kelesuan. Apalagi      tempat-tempat hiburan yang selama  ini menjadi salah satu sumber pemasukan  dari PAD  tersebut  belum  buka.   Karena  mengalami  penurunan pendapatan  yang  cukup  besar  tersebut, menurut    Kristian Isir, untuk target penerimaan   PAD  tahun 2020  akan  diturunkan  dari Rp 170,4 miliar  menjadi Rp 141 miliar  lebih. 

  ‘’Kita akan   turunkan  target penerimaan   kita dari semula  Rp 170 miliar  menjadi  Rp 141 miliar  lebih,’’ katanya.  

   Dikatakan, dengan adanya Covid-19 ini   membuat  penerimaan  daerah mengalami  penurunan  antara  20-30  persen.  Dimana penurunan ini tidak hanya  PAD,  namun  diperkirakan   juga  untuk  dana perimbangan, bagi hasil  dan lain-lain penerimaan  dari pemerintah pusat. “Penurunan  ini tidak hanya  untuk  PAD   namun untuk fiskal penerimaan lainnya juga turun,” terangnya.    

  Terkait dengan turunnya PAD tersebut,  Kristian   Isir mengungkapkan bahwa  di tengah pandemi   Corona saat ini pihaknya  turun  lapangan  untuk bisa menggenjot   pendapatan  tersebut agar target  bisa  tercapai. “Kami  turun, terutama  untuk  segi penggalian  golongan C tanah timbun.  Kami  menghadap pengusaha dan sampaikan surat   pungutan  atas   galian golongan C,  sementara  PBB   jalan dan PBHT  juga jalan. Kalau PBB itu sudah jelas siapa yang punya   tanah bersertifikat dan pelepasan  wajib bayar  PBB,” tambahnya. (ulo/tri)