SERUI-Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Yapen mengugnkapkan bahwa jumlah penerima Bantuan Pangan Non Tunai di Kabupaten Kepulauan Yapen saat ini mencapai 5.258 Keluarga. BPNT dalam bentuk produk barang seharga Rp. 150.000/Kepala Keluarga  setiap bulan. Sehingga total BPNT yang diterima keluarga per triwulan mulai Januari-Februari dan Maret senilai Rp 450.000. 

Imelda Sanadi, SE ( FOTO: Thamrin/Cepos)

  Kapala dinas sosial, pemberdayaan perempuan dan Keluarga berencana Yapen, Imelda Sanadi, SE saat ditemui Cepos, Kamis (25/06/20) di kantornya mengatakan bahwa 

  Menaurut Imelda, penyaluran BPNT triwulan pertama sudah disalurkan di 16 distrik,  mulai Distrik Yapen Selatan, Distrik Anotaurey, Distrik Angkaisera, Distrik Yawakukat, Distrik Pantura, Distrik Windesy, Distrik Poom, Distrik Yerui, Distrik Wonawa, Distrik Yapen Barat, Distrik Kosiwo, Distrik Kepulauan Ambai, Distrik Teluk Randawaya, Distrik Yapen Timur, Distrik Rainbawi dan Distrik Miobo. “Produk senilai Rp. 450.000 BPNT tri wulan pertama bagi 5.258 Keluarga sudah tuntas disalurkan.”ungkap Imelda saat ditemui Cenderawasih Pos di ruang kerjanya, Kamis (25/6).

   Penambahan produk BPNT senilai Rp. 50.000/keluarga, kata Imelda, akibat dampak Virus Corona atau Covid-19 sesuai petunjuk dari Kementerian Sosial. Dimana  setiap keluarga mendapat tambahan Rp. 50.000. Alhasil, total produk BPNT tribulan/keluarga senilai Rp. 500.000. “Penambahan produk senilai Rp. 50.000, kami sudah distribusikan bersama mitra kerja yaitu BRI dan Bulog,” katanya. 

   Lebih jauh Imelda mengemukakan penyaluran BPNT triwulan kedua yaitu bulan April, Mei dan Juni sementara berjalan. BPNT triwulan kedua, kata Imelda, setiap keluarga menerima produk senilai Rp. 600.000. “BPNT untuk triwulan kedua ada penambahan dari triwulan pertama. Triwulan pertama produk barang senilai Rp. 500.000, triwulan kedua produk barang BPNT senilai Rp. 600.000,” ujarnya lagi. 

   Terkait penambahan BPNT bagi keluarga penerima, kata Imelda, melalui pendamping BPNT, sudah melakukan sosialisasi bagi setiap keluarga, sehingga setiap keluarga penerima BPNT mengetahui terkait penambahan produk untuk diterima masing-masing kelurga. 

   Penambahan produk barang, lebih jauh Imelda mengatakan akibat dampak Covid-19 yang melanda Indonesia. Sehingga   Kemensos, memberikan tambahan BPNT untuk triwulan kedua. Diharapkan bantuan  produk barang melalui BPNT sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan keluarga. 

  Sekedar diketahui, Bantuan Pangan Non Tunai sebelumnya dikenal program bantuan sejahtera (Rastra). Program ini berubah pertengahan tahun 2019. (rin/tri)