Salah satu petugas lapangan saat memantau pekerjaan ruas jalan menuju RSUD Yowari, Rabu (27/5). (FOTO: Robert cepos)

SENTANI-Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU), Alphius Toam mengatakan, pekerjaan penataan kawasan Rumah Sakit Umum Daerah(RSUD) Yowari Kabupaten Jayapura sudah selesai dilaksanakan dan itu sudah melampaui target yang sudah ditetapkan sebelumnya.

“Pekerjaan sudah selesai dan ini sangat cepat,”kata Alphius Toam saat ditemui di Kantor Bupati Jayapura, Rabu (27/5).

Dia menjelaskan, adapun jenis pekerjaan tersebut yakni penataan jalan utama sepanjang  671  meter dua jalur yang masing jalur seluas lima meter. Kemudian jalan penghubung baru 49 meter dengan lebar enam meter.

“Kami juga membangun jalan lingkar RSUD Yowari dengan panjang 712 meter yang dibangun dua lajur yang mana lebarnya 5,5 meter,” ungkapnya.

Kemudian pihaknya juga mengerjakan jalan lintas Instalasi Gawat Darurat (IGD) dengan panjang 113 meter, lebar 7 meter dan perkiraan depan IGD . Sehingga total penanganan aspal seluas 2.216 meter.

Lanjut dia, pekerjaan lain yang dilakukan berupa pekerjaan kaku (Rigid Pavement) sepanjang 548 meter. Kemudian peningkatan jalan baru ke arah  gedung baru yang digunakan untuk penanganan Covid -19 sepanjang 275 meter, temasuk penghubung jalur lingkar RSUD Yowari.

“Talud penahan tebing sepanjang 67 meter, talud perkuatan tanah  depan paviliun dan VVIP) sepanjang 52 meter. Sehingga total keseluruhan anggaran yang digunakan Rp 7,2 miliar,” jelasnya.

Dia menambahkan, penataan kawasan RSUD Yowari itu sesuai dengan petunjuk Bupati Jayapura dan sudah diinstruksikan supaya pekerjaannya dilakukan secara cepat. Hal itu bertujuan untuk mensuport kegiatan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura dalam penanganan pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit tersebut.

Sementara itu, Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, SE,M.Si mengapresiasi selesainya pekerjaan penataan kawasan RSUD Yowari. Untuk itu, dia berharap agar penataan kawasan RSUD Yowari tersebut benar-benar memberikan pengaruh positif terhadap upaya yang dilakukan oleh pemerintah terkait dengan penanganan terhadap pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit tersebut.

“Harapan saya bahwa rumah sakit ini bisa memberikan pengaruh yang maksimal berkaitan dengan penanganan pasien positif Covid-19, tetapi juga kita masih akan menggunakan alternatif lain apabila rumah sakit tersebut tidak bisa lagi menampung pasien Covid-19,” pungkasnya.(roy/tho)