Kajari Jayawijaya Dr Andre Abraham , SH, LLM ( FOTO: Denny/ Cepos )

WAMENA- Kepala Kejaksaan Negeri Jayawijaya Dr Andre Abraham , S.H, LLM mengaku bahwa penanganan terhadap tindak pidana Tipikor di wilayah pegunungan Tengah Papua (Lapago), masih  banyak hadapi kendala. Diantaranya, minimnya keberadaan seorang pejabat yang akan dipanggil di tempat tugasnya, dan juga masalah transportasi serta iklim yang tidak menentu.

   Menurutnya, bukan hal baru lagi soal focus penanganan kepada tindak pidana Korupsi (Tipikor). Dimana Kejari Jayawijaya ada beberapa data yang sedang didalami atau diolah, hanya saja belum bisa diungkap karena masih belum signifikan hasilnya.

   “Untuk masalah Tipikor kami tetap kerja untuk mencari data dan terus didalami dan ini menyangkut beberapa kabupaten di Pegunungan Tengah Papua,”ungkapnya kepada Cenderawasih Pos, Selasa (2/2) kemarin.

  Kalau berbicara soal kendala, kata Andre Abraham, ini bukan masalah membuat -buat alasan tetapi di lapangan untuk memanggil orang saja sudah menjadi tantangan tersendiri. Sebab, kalau di luar Jayawijaya kalau surang pemanggilan dikirim atau dititipkan, pejabat yang dipanggil itu tidak pernah ada di tempat tugasnya.

  “Saya mengalami sendiri mengirim surat tidak ada yang bisa didatangi karena kantor pemdanya kosong dan tak ada yang bisa menerima surat panggilan itu,”katanya.

   Menurutnya, biasanya kalau mengirim surat dan orangnya tidak datang, maka akan dikirim lagi surat yang kedua, sehingga memang butuh waktu. Disamping itu untuk SDM pelaksana, ada beberapa tenaga yang baru lulus pendidikan, sehingga harus pindah tugas, mungkin dalam bulan ini akan ada tenaga baru yang diharapkan mungkin bisa lebih cepat.

  “Banyak kendala yang kami hadapi di Pegunungan Tengah Papua ini , kecuali kalau mungkin di Jayawijaya dilakukan pemanggilan mungkin tidak masalah,” jelasnya.

  Ia menjelaskan masalah luas wilayah Lapago dan iklim juga menjadi faktor penghambat, karena tenaga di Kejaksaan Negeri Jayawijaya juga terbatas, kalau anggotanya berangkat untuk menemui salah satu pejabat dan orang yang bersangkutan juga tak ada di tempat.

  “Seperti kemarin ke Oksibil Kabupaten Pengunungan Bintang, itu saya sendiri yang pergi dan harus terbang dari Jayapura dan kemarin terpaksa memanfaatkan iven Pilkada disana untuk mengirim surat panggilan,” ujarnya.

  Dalam pemanggilan itu, Andre Abraham memastikan ada yang datang dan ada yang tidak datang, sehingga harus diulang lagi pemanggilannya dan rata -rata pejabat di Pemkab  pemekaran sulit untuk cari.

   “Di sisi lainnya, di Lapago ini tidak terlalu banyak LSM, sehingga masalah data juga harus dicari sendiri. Kalau di daerah lain banyak LSM yang kasih data proyek yang bermasalah, sehingga anggota kami sendiri mencari kegiatan yang bermasalah,” beber Kejari Jayawijaya. (jo/tri)