Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal, SE., MM

JAYAPURA- Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal, SE., MM., menyebutkan bahwa angka kasus penularan Covid 19 di Kota Jayapura yang tinggi merupakan tanggung jawab bersama, termasuk Pemerintah Provinsi Papua. Hal ini disampaikan Wagub Tinal saat Coffee Morning bersama Pemkot Jayapura dan Kepala Distrik, Lurah, dan Kepala Kampung se-Kota Jayapura, Rabu (5/8) lalu.

“Kita lihat evaluasi, dari laporan relaksasi kontekstual Papua menuju Adaptasi New Normal, hanya Kota Jayapura yang belum bisa karena angka kasus masih tinggi. Angka yang tinggi ini merupakan tanggung jawab bersama,” jelas Klemen Tinal, SE., MM., Rabu (5/8) lalu.

 Menurut Wagub Tinal, bukannya pemerintah atau tenaga medis, melainkan masyarakat yang menjadi penentu untuk menurunkan angka penyebaran Covid -19 di Kota Jayapura.  

Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano, MM., menyampaikan komitmen Pemkot Jayapura dan Pemprov Papua dalam koordinasi melakukan penanganan agar dapat menurunkan angka penularan di Kota Jayapura.

“Sebab, ada 5 distrik yang berada pada zona merah, ada 25 kelurahan yang berada pada zona merah, dan dari 14 kampung, 8 kampung masuk zona merah.  Hanya 6 kampung saja yang masih berada pada zona hijau,” terang Dr. Benhur Tomi Mano, MM.

 Kata Wali Kota Tomi Mano, dengan komitmen bersama antara Pemkot dan Pemprov, maka semua bekerja sama untuk mengendalikan penyebaran Covid-19 di Kota Jayapura.

“Kami pun telah menyerahkan SK Hotel Sahid sebagai pusat rujukan penanganan pasien Covid- 19 di Kota Jayapura dan telah direspon Pemprov melalui Wagub Papua dengan bantuan biaya Rp 5 miliar,” tambahnya. 

 Di Kota Jayapura juga tidak memerlukan penambahan alat TCM. ‘’Kami sudah memiliki 6 unit alat TCM di Kota Jayapura. Tinggal dukungan alat catridge TCM saja yang kami butuhkan dari Pemprov maupun pemerintah pusat,”tandasnya.(gr/ary)