Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano, MM., menyaksikan Bupati Bone Bolango, Hamim Pou, menandatangani Perjanjian Kerja Sama (MoU) pembangunan di berbagai bidang, di Aula Sian Soor, Kantor Wali Kota Jayapura, Kamis (8/4) kemarin. (FOTO: gratianus silas/cepos)

JAYAPURA- Pemerintah Kota Jayapura mendapat kunjungan dari Pemerintah Kabupaten Bone Bolango, di Kantor Wali Kota Jayapura, Kamis (8/4) kemarin. Rombongan Pemerintah Kabupaten Bone Bolango yang dipimpin Bupati Hamim Pou dan Wakil Bupati Merlan Uloli diterima secara langsung oleh Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano, MM., dan Wakil Wali Kota Jayapura, Ir. Rustan Saru, MM., serta jajaran Pemerintah Kota Jayapura.

Dalam kesempatan tersebut juga menjadi momen nostalgia bagi Wakil Bupati Bone Bolango, Merlan Uloli, yang 32 tahun melayani di Pemerintahan Kota Jayapura.  Bahkan sebelum menjabat Wabub Bone Bolango, Merlan menjabat Kepala Dinas Dukcapil Kota Jayapura dan diberi gelar Ibu Inovasi Pemkot Jayapura oleh Wali Kota Mano berkat berbagai gebrakan inovatif yang diciptakan.

Tak sekadar kunjungan kerja dan nostalgia belaka, kedua pemerintahan juga menjalin kerja sama pembangunan di sejumlah bidang, di antaranya bidang pengembangan UMKM, pertanian dan ketahanan pangan, bidang pemuda dan olahraga, serta bidang pendidikan.

Bahkan, disebutkan bahwa bidang lain juga terbuka untuk dikembangkan dari penandatangan kerja sama yang dilakukan, sehingga dibutuhkan komunikasi antara OPD yang membawahi bidang kerja sama tersebut.

“Kerja sama di 4 bidang ini akan ditindaklanjuti OPD terkait. Diharapkan, pimpinan OPD dari 4 bidang kerja sama ini dapat membangun komunikasi, sehingga ke depan terdapat implementasi riil dari kerja sama yang dibangun hari ini (kemarin),” ujar Dr. Benhur Tomi Mano, MM., dalam sambutannya.

Bupati Bone Bolango, Hamim Pou, menjelaskan bahwa daerah yang dipimpinnya merupakan salah satu produsen gula merah/aren terbesar di Indonesia.

“Jadi, apa yang warga Papua sering dengar Gula Merah Manado di pasar atau supermarket, itu sebenarnya dari Gorontalo, dari Bone Bolango. Saya produksi 50 ton per minggu dan dikapalkan ke Jayapura,” terang Hamim Pou.

“Sayuran maupun hasil pertanian organik lainnya juga kami produksi. Kalau dibutuhkan, kami siap mengirimkan. Tinggal bagaimana diatur dengan Tol Laut Indonesia, dibikin rute Gorontalo – Jayapura, sehingga bisa lebih murah biaya pengirimannya,” sambungnya.

Bupati Hamim mengaku terkesan dengan suasana di Kota Jayapura, baik secara sosial kemasyarakatan, di mana sangat pluralis (menghargai adanya perbedaan), maupun secara pembangunan infrastruktur di mana menurutnya Kota Jayapura bak Hongkong di malam hari. (gr/wen)