Mathius Awoitauw ( FOTO : Robert Mboik Cepos)

Khusus bagi Korban Bencana Banjir Bandang 

SENTANI-Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si mengatakan, Pemkab Jayapura menargetkan pembangunan rumah bagi ribuan korban banjir bandang di Kabupaten Jayapura rampung Oktober 2019 nanti. 

Saat ini Pemkab Jayapura terus melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat terkait penanganan korban bencana di Kabupaten Jayapura, khususnya mengenai hunian baru bagi mereka.

Masa transisisi ke pemulihan itu selesai akhir Oktober. Jadi SK yang dikeluarkan tentang status transisi menuju pemulihan  itu selesai Oktober, semua pekerjaan mengenai perumahan ini juga harus selesai. “Itu dasarnya, orang mau mengerjakan, mau terlibat. Siapapun, baik pemerintah maupun swasta, itu dasarnya, surat yang kita keluarkan terhadap status itu,” kata Bupati Mathius Awoitauw kepada wartawan di Sentani, Rabu (21/8).

Dia mengakui, upaya pemerintah dalam menyelesaikan persoalan pasca bencana alam di Kabupaten Jayapura  memang banyak menemui kendala. Itu sebabnya penanganannya dinilai sedikit lambat. Namun demikian, upaya upaya penanganan ini sudah mendapat respon baik dan dukungan dari pemerintah pusat. Dimana pemerintah pusat ingin segera merelokasi dan membangun rumah bagi para korban. Namun fakta di lapangan sedikit bermasalah, Pemkab Jayapura sudah berusaha keras agar tahap demi tahap relokasi korban ini bisa secepatnya dilakukan. Namun masalah lahan selalu menjadi persoalan.

“Sekarang sudah mulai ada progres kemajuan, misalnya relokasi warga Kemiri yang sebelumnya terhambat, kini sudah ada titik terang. Begitu juga daerah lainnya sedang dalam proses,” jelas Bupati Jayapura dua periode itu.

Dari data yang diperoleh pemerintah, saat ini ada lebih dari 3000 warga di Kabupaten Jayapura yang terkena dampak bencana tersebut. Jumlah itu dipastikan semuanya akan diberikan bantuan rumah, baik korban bencana yang ada di Danau Sentani maupun yang ada di daratan. Ia memastikan, pembangunan rumah bagi warga korban bencana di Danau Sentani itu sedang dalam pekerjaan, sesuai jumlahnya yang mencapai 2000-an kepala keluarga.(roy/tho)