SENTANI-Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jayapura, Matius Awoitauw,  SE., M.Si., mengaku sangat prihatin melihat kondisi yang ada saat ini, terkait  jumlah kasus positif Covid-19 yang setiap hari terus bertambah. 

Menurut orang nomor satu di Kabupaten Jayapura itu perlu adanya evaluasi terhadap penerapan waktu aktivitas masyarakat yang diperpanjang sampai pada pukul 17.00 WIT khususnya di daerah zona merah penyebaran Covid-19. 

Terkait hal ini,  pihaknya berencana kembali melakukan pembatasan khusus untuk daerah zona merah, sehingga penyebaran covid-19 ini tidak terus meningkat di tengah keterbatasan fasilitas kesehatan yang dimiliki.

RAPAT EVALUASI: Suasana rapat evaluasi penanganan Covid-19  yang digelar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jayapura di Kantor Bupati Jayapura, Jumat (27/6). (FOTO:  Robert Mboik/Cepos)

“Kalau ini tidak bisa ditekan, maka akan ada upaya kita untuk kembali menerapkan pembatasan waktu seperti semula, sampai pada pukul 14 siang khusus di daerah zona merah penyebaran Covid-19 ini. Karena apa, semakin hari jumlah kasus positif Covid-19 ini terus bertambah dan ini tentunya sangat mengkawatirkan. Apalagi kondisi kita saat ini, berbagai keterbatasan dalam hal ketersediaan fasilitas kesehatan,” ungkap Bupati Matius Awoitauw di sela-sela rapat koordinasi dan evaluasi dengan tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19  Kabupaten Jayapura di  kantor bupati Jayapura, Jumat (27/6), kemarin.

Dikatakan, sehubungan dengan penanganan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Jayapura, pemerintah daerah melalui tim Gugus Tugas Covid-19 sudah melakukan berbagai upaya untuk menekan penyebaran Covid-19. 

Salah satu dengan mengaktifkan posko pengawasan dan penjagaan terhadap aktivitas masyarakat di tiga titik berbeda yaitu di Browai, Sentani Barat dan Yokiwa.
“Karena itu  satu upaya untuk mempertegas, pembatasan pembatasan terhadap aktivitas masyarakat untuk masuk ke wilayah zona merah ataupun sebaliknya,” ujarnya.

Dia menjelaskan tiga posko itu sebenarnya untuk mengamankan kawasan tertentu dari penyebaran Covid-19. Misalnya terkait dengan lalu lintas masyarakat dari daerah zona merah ke zona hijau ataupun sebaliknya. 

Hal ini harus diawasi dengan ketat. Minimal masyarakat menerapkan protokol kesehatan dan tidak bepergian  jika urusannya tidak terlalu penting atau mendesak.
“Kita punya konsep berpikir harus sama dan penanganannya berbeda. Berbeda dalam arti sosial ekonomi dan jaring pengaman sosialnya. Tetapi untuk kesehatannya tetap sama,” tegasnya.

Mathius Awoitauw mengatakan tingginya penyebaran Covid-19 di wilayah zona merah pasca penerapan pembatasan waktu sampai pukul 17.00 WIT telah mengakibatkan semakin meningkatnya jumlah kasus positif Covid-19. Di satu sisi hal ini juga diperburuk dengan kebiasaan dan tingkat kedisiplinan masyarakat yang masih sangat rendah dalam menerapkan protokol kesehatan. 

Bupati Matius menegaskan terkait dengan pengamanan di wilayah zona merah ini khusus untuk penerapan protokol kesehatan akan melibatkan TNI dan Polri. Hal itu juga akan dibarengi dengan penerapan sanksi hukum terhadap para pelanggar yang tidak mentaati protokol kesehatan sebagaimana yang sudah ditetapkan pemerintah dalam upaya untuk menekan dan membatasi penyebaran wabah ini. Mantan ketua KPU Kabupaten Jayapura itu, meminta masyarakat di Kabupaten Jayapura khususnya di wilayah zona merah agar tidak apatis dan malas tahu dengan imbauan pemerintah terkait dengan penerapan protokol kesehatan. 

Terkait hal itu, Bupati Mathius Awoitauw meminta seluruh jajaran elemen masyarakat, tokoh agama, tokoh perempuan, tokoh pemuda, tokoh adat dan seluruh jajaran OPD di Kabupaten Jayapura untuk terlibat aktif di tengah masyarakat di masing-masing lingkungan untuk mengkampanyekan tentang pentingnya penerapan protokol kesehatan untuk mengurangi wabah ini.

” Kita semua wajib bertanggung jawab. Dimulai dari daerah kita masing-masing dan kita harus menjadi contoh dalam memerangi pandemi Covid-19 ini. Tidak ada cara lain selain kita melakukannya sendiri dan terus-menerus memberikan penyadaran terhadap masyarakat,” tambahnya. (roy/nat)