MERAUKE-Untuk  mendekatkan pelayanan   sekaligus mempercepat   status  bagi   yang   masuk dalam   status  orang dalam  pemantauan (ODP)  dan   pasien  dalam pengawasan,    Pemerintah Kabupaten  Boven Digoel    untuk tahun ini  akan  mengadakan   alat  pemeriksaan  Covid-19  berupa polimerase chain reaction (PCR).   

H.Syakib, SKM 

   Kepala  Dinas  Kesehatan  Kabupaten  Boven Digoel H. Syakib, SKM, dihubungi media ini  mengungkapkan, bahwa  saat ini  sedang   dalam proses  untuk pengadaan alat  test Covid -19    tersebut. “Karena ini  barang pemerintah dan menggunakan  anggaran  negara,  ada proses  dan tahapan yang  harus   dilakukan untuk bisa mendatangkan  alat  pemeriksaan   Covid  tersebut. Tapi sekarang   ini  sedang dalam  proses,” katanya. 

   Untuk pengadaan  1 unit  PCR tersebut, menurut Syakib dibutuhkan anggaran sekitar Rp 500  juta. “Anggarannya   sekitar  Rp 500 juta,” terangnya.   

   Menurut dia, pengadaan   PCR  ini  sangat  dibutuhkan. Sebab,    menurut dia penyakit   Covid-19   ini   tidak   diketahui  kapan   akan berakhir   aoakah tahun  depan atau  kemungkinan   seperti  virus  lainnya yang    tetap  ada  sampai  sekarang.  

 Selama ini, jelas  Syakib,   sampel swab  dari pasien  maupun  dari  OPD dan OTG   harus  dikirim ke  Jayapura. ‘’Kita cukup direpotkan. Apalagi    dengan penerbangan  penumpang yang  dilockdwon   membuat kita kesulitan  untuk mengirim sampel  swab tersebut,’’ jelasnya.   Tak hanya itu, dengan    mengirimkan  sampel  swab  tersebut membuat  orang   terlalu   lama  dikarantina. 

  “Karena   nanti hasil pemeriksaan  kita terima  baru  kita  keluarkan kalau  hasil swab  negatif. Sementara  untuk mengirim  sampel  swab  dan  menerima  hasil  pemeriksaan  swab harus menunggu  penerbangan  kalau  ada,” tandasnya. (ulo/tri)