Benjamin Latumahina

MERAUKE-Melihat  perkembangan  Covid-19    di Kabupaten Boven Digoel yang  cenderung  meningkat  ditambah  dengan kurang  disiplinnya  warga  dalam mematuhi protokol kesehatan, Ketua DPRD  Kabupaten   Merauke  Ir. Drs  Benjamin Latumahina   menyarankan    agar Pemda   Boven Digoel menerapkan   Pembatasan Sosial Berskala Besar. 

  “Kalau kita melihat   perkembangan  Covid-19 di  Boven Digoel yang  cenderung meningkat, maka  saran kita   kalau perlu  pemerintah setempat  memberlakukan PSBB kalau memang tidak bisa diatasi,’’ kata   Benjamin Latumahina  kepada  media ini ditemui  di Kantor  DPRD  Merauke,    Jumat (29/5). 

   Menurut   Benjamin  Latumahina,  jika   Covid-19   di Kabupaten  Boven  Digoel  terus  meningkat, maka  Kabupaten  Merauke   juga yang  akan  kena imbasnya.   ‘’Imbasnya    ke kita itu bukan  hanya secara penanganan fisik, tapi secara  finansial   kabupaten Merauke  juga menangani dengan  menggunakan anggaran dari APBD,’’ katanya.   

    Apalagi, kata  Benjamin Latumahina  bahwa  dari    APBD  2020  yang dialokasikan  untuk penanganan   Covid-19  di Kabupaten  Merauke sebesar  Rp 46 miliar  untuk tahap pertama sampai  Agustus  2020 dimana   Rp 41  miliar  dialokasikan ke  rumah  sakit  dan dinas  kesehatan   Kabupatern  Merauke.  

   Sementara  bantuan anggaran  dari  kabupaten  tetangga terutama dari  Boven Digoel  sampai  saat ini  belum  ada. ‘’Padahal, APBD  Kabupaten Merauke  yang kita alokasikan  untuk  penanganan Covid-19  di  rumah sakit sebagian  digunakan  untuk menangani  pasien dari  Boven Digoel  tersebut,’’   katanya.

   Karena  itu,  lanjut   dia, bahwa yang dibutuhkan  sekarang adalah bagaimana   protokol kesehatan di Boven Digoel  dilakukan secara ketat. ‘’Dan menjadi  saran  kita kalau  perlu mereka  memberlakukan  PSBB. Karena   ita lihat   pasien Covid-19 dari Boven  Digoel bukan berkurang tapi bertambah  terus,’’ jelasnya. 

  Terkait dengan  dengan anggaran   yang dialokasikan  untuk  RSUD  Merauke dan Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke,   Benjamin Latumahina   menambahkan  bahwa   diberikan secara bertahap. “Jadi tidak sekaligus  dicairkan  masuk ke rekening mereka tapi  secara  bertahap sesuai    permintaan dna kebutuhan,’’ tambahnya. (ulo/tri)