Herry Ario Naap, S.Si.,M.Pd ( FOTO: Fiktor/Cepos)

BIAK-Persoalan kekurangan guru masih dialami sebagian besar kabupaten.kota di wilayah Provinsi Papua. Salah satunya seperti yang dialami oleh Kabupaten Biak Numfor saat ini, masih ada sejumlah sekolah yang jumlahnya gurunya sangat terbatas. Bahkan jika dibandingkan dengan jumlah sekolah dan siswa-siswi, maka idealnya masih perlu tambahan kurang lebih 1000 guru. 

  ”Saya baru selesai rapat koordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Biak Numfor, terungkap kalau kekurangan guru tenyata masih sangat banyak, bukan lagi kekurangan 700 guru namun mencapai 1.000 orang guru,” ungkap Bupati Herry Ario Naap, S.Si.,M.Pd. 

  Menurutnya, kekurangan guru hampir terjadi di sebagian besar sekolah, khususnya lagi sekolah-sekolah yang ada di luar kota. Bahkan di beberapa sekolah, tingkat SD ada yang dijumpai dua sampai tiga orang saja untuk satu sekolah. 

  Terkait dengan persoalan kekurangan guru itu, maka sebelumnya Pemerintah Kabupaten Biak Numfor berencana akan merekrut kurang lebih 700 guru kontrak, namun karena adanya dampak Covid-19 dan keterbatasan alokasi dana Otsus sehingga rencana perekrutan guru kontrak itu dibatalkan untuk sementara. 

  “Ini dalam rapat koordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dilakukan dengan tujuan untuk mencari solusi yang tepat untuk menyelesaikan persoalan dunia pendidikan di Kabupaten Biak Numfor, termasuk salah satunya kekurangan guru ini,” tandas Herry Naap.

  Sekedar diketahui jumlah sekolah di Kabupaten Biak Numfor khusus untuk SD sebanyak 167 sekolah dan untuk pendidikan jenjang SMP sebanyak 55 sekolah. Sementara untuk sekolah tingkat SMA dan SMK langsung dibawahi oleh Pemerintah Provinsi Papua. (itb/tri)