Dirjen PDSPKP Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Artati Widiarti dan rombongan langsung ketika melihat langsung ikan di Pasar Ikan Fandoy dalam rangkaian kunjungannya ke Biak, pekan kemarin. ( FOTO: Fiktor/Cepos)

BIAK-Pemerintah Pusat siap mendukung upaya Pemerintah Kabupaten Biak Numfor mengekspor ikan ke luar negeri, khususnya lagi ke Jepang dan Cina. Sementara pemerintah Kabupaten Biak Numfor saat ini gencar menyiapkan hal-hal yang terkait dengan rencana ekspor ikan dimaksud, mulai dari kesiapan sarana dan prasarana serta menggalang investor. 

   Bahkan terkait dengan dukungan itu,  Dirjen  Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Artati Widiarti dan rombongan langsung datang di Biak pekan kemarin melihat dari dekat kesiapan rencana pengiriman ikan dimaksud. 

  “Saya senang melihat Biak mempunyai potensi luar biasa, di dua pasar yang saya kunjungi terlihat ikan banyak dengan ragam dan segar. Saya kira untuk ekspor ikan tinggal kesiapan saja dan pada dasarnya telah dilakukan oleh Pemda Biak Numfor, kami dari KKP   siap mendukung dan komunikasi akan terus dilakukan hingga dilakukan ekspor ke Cina dan Jepang,” kata Artati Widiarti.

  Dikatakan untuk mendukung ekspor ikan yang rencananya sudah bisa dilakukan dilakukan bulan Juli atau Agustus 2021 mendatang, maka peningkatan produktivitas tangkapan ikan dengan tetap menjaga kualitas harus menjadi perhatian khususnya di tingkat nelayan. 

  Selain itu, Ia juga berharap agar nelayan-nelayan yang selama ini melakukan penangkapan ikan diedukasi dengan maksud ikan yang ditangkap bisa tetap dijaga kualitasnya. “Nelayan perlu bawa es, saya juga ke pasar melihat ikan masih kena panas matahari, kalau demikian maka tidak akan tahan lama maka nelayan akan rugi, olehnya itu masih perlu di es,” tandasnya. 

  Ikan yang rencananya akan diekspor ke Jepang dan Cina meliputi tuna fresh whole, tuna loin fresh, kepiting, lobster, udang tiger frozen, ikan demersal, udang dan kerapu sunu hidup, serta beberapa jenis ikan lainnya. 

   Saat meninjau kesiapan ekspor dari Sentara Kawasan Perikanan Terpadu (SKPT) Biak pekan lalu, Artati juga melihat langsung produk yang akan diekspor ke Cina, yakni ikan cakalang. Dari kunjungan tersebut, dia juga mengecek langsung kesiapan fasilitas Integerated Cold Storage (ICS) di SKPT Biak.

   Tak hanya itu, dia juga memeriksa pendampingan pemenuhan persyaratan dan persiapan sertifikasi Good Manufacturing Practice berupa Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP) yang dilakukan jajarannya di Biak.

   “Intinya ekspor ikan tetap akan diupayakan dan dari sisi kesiapan sudah ok,  ini buah dari kerja keras berbagai pihak, kita melakukan pendampingan dan akan ada ekspor perdana dari Biak segera dilakukan. Tentu ini kebanggaan bagi Papua, bagi Indonesia,” ucap Artati.

    Sekedar diketahui, Artati dan rombongan melihat langsung Pasar Ikan Bosnik dan Fandoy, Integerated Cold Storage (gudang pendingin), Pelabuhan Utama Biak dan Pelabuhan BMJ serta beberapa lokasi lainnya. Kunjungan itu dilakukan untuk memastikan kesiapan berbagai saran dan prasarana terhadap dukungan pengiriman ikan ke Cina dan Jepang.(itb/tri)