Yonas Nusi

JAYAPURA – Vaksin Covid 19 sejak Senin (4/1) kemarin telah tiba di Jayapura, hanya hingga kini belum diketahui kapan produk asal China ini  mulai digunakan termasuk kepada siapa dulu yang akan disuntikkan. Terkait ini, Sekjend Barisan Merah Putih (BMP) Yonas Nusi berpendapat bahwa ada hal yang perlu diantisipasi pemerintah. Hal tersebut adalah gerakan penolakan vaksin dengan berbagai alasan.  Pasalnya hingga kini segala hal yang berkaitan dengan vaksin belum sepenuhnya diketahui masyarakat. 

 Masyarakat masih awam hingga ada juga yang mengait – ngaitkan ini dengan agama. Masyarakat diminta lebih mempercayai Tuhan ketimbang harus menerima vaksin. “Dengan vaksin yang akan diberikan kepada masyarakat di Papua saya menyarankan agar pemerintah dan para dokter harus memberikan keterangan serinci mungkin kepada masyarakat secara luas. Jangan justru tidak dilakukan dan akhirnya muncul isu penolakan secara masive,” kata Yonas melalui ponselnya, Rabu (6/1). Apalagi menurutnya kondisi tubuh setiap orang berbeda sehingga sudah sepatutnya dipastikan lebih dulu sebelum dilakukan vaksin. 

 “Masyarakat masih sangat awam, kondisi tubuh yang bagaimana untuk ia bisa mendapatkan vaksin sebab tidak semua kondisi tubuh sama. Takutnya ketika divaksin malah terjadi sesuatu pada warga tersebut dan muncul hal – hal yang tak diinginkan,” bebernya. Ia memisalkan biasanya orang Papua ini memiliki bibit malaria yang sangat lama dan kalau vaksin masuk apakah akan memberi dampak lain dan membahayakan tubuh atau tidak. Jadi dokter  harus memberikan sosialisasi secara baik. Kata Nusi apapun yang dilakukan pemerintah adalah memproteksi kesehatan warganya tapi pemerintah perlu memberikan penjelasan secara lengkap dan mudah dipahami. 

 “Jadi saat akan divaksin perlu dilakukan pemeriksaan awal, jangan sampai niat menolong tapi membahayaka warganya. Pasien perlu diperiksa dan dianggap layak, jangan justru ada kejadian dan akhirnya vaksin ini mendapatkan penolakan padahal sudah dianggarkan,” pungkasnya. (ade/wen)