SERAHKAN BAJU: Bupati Mamberamo Tengah Ricky Ham Pagawak menyerahkan pakaian batik secara simbolis kepada salah satu hamba Tuhan di Gereja Katolik Paroki Santo Wilibrodus Arso Kota, Minggu (27/12) kemarin. ( FOTO: Humas Pemkab Mamteng for Cepos)

*Bupati RHP Bagikan 240 Pakain Batik untuk Hamba Tuhan di Keerom

ARSO-Bupati Mamberamo Tengah Ricky Ham Pagawak (RHP) membagikan 240 pakaian batik bagi hamba Tuhan yang ada di Kabupaten Keerom di Gereja Katolik Santo Wilibrodus Arso Kota, Minggu (27/12) kemarin.

Pakaian batik yang secara resmi dibagikan ini untuk menunjang pelayanan di kabupaten itu. Pembagian pakaian batik dilakukan secara simbolis oleh Bupati Ricky Ham Pagawak kepada perwakilan denominasi gereja. 

Selain Bupati RHP, Pastor Paroki Santo Wilibrodus Pastor Chris juga berkesempatan menyerahkan pakain batik secara simbolis.

Bupati Ricky Ham Pagawak mengatakan, bantuan pakaian batik ini merupakan bagian dari kepedulian pemerintah bagi pelayanan gereja di Kabupaten Keerom.

“Ini bagian kepedulian pemerintah untuk meringankan beban para hamba Tuhan. Mereka hidup melayani dengan kondisi terbatas, sehingga pemerintah merasa perlu untuk ambil bagian membantu dalam bentuk pakaian batik,” ujarnya.

Menurut Bupati RHP, pakaian batik ini nantinya digunakan dalam pelayanan. Misalnya untuk pelayanan saat beribadah pada hari Minggu maupun ibadah-ibadah lainnya.

Bupati RHP menjelaskan, sebenarnya pakaian batik ini di Kabupaten Keerom peruntukan bagi hamba Tuhan dari Gereja GIDI. Namun kala itu, hadir pula dari denominasi gereja lain sehingga dilakukan juga pengukuran bagi mereka. Sehingga hasilnya semua hamba Tuhan dari seluruh denominasi gereja yang ada dijahitkan pakain batik.

Hal yang sama juga dilakukan di Kota dan Kabupaten Jayapura, Jayawijaya, Mamberamo Tengah dan Tolikara. Hanya saja untuk kabupaten-kabupaten ini diperuntukan bagi hamba Tuhan dari Gereja GIDI.

Bupati RHP berharap, dengan bantuan ini, bisa mendorong para hamba Tuhan lebih melayani baik di dalam kota maupun di Pos-Pos Penginjilan yang sulit dijangkau.

“Saya mengajak anak-anak Papua yang sudah Tuhan percayakan di pemerintahan maupun legislatif agar ikut peduli pada pelayanan pekerjaan Tuhan tanpa memandang dari gereja mana,” imbuhnya.

Sementara Pastor Paroki Santo Wilibrodus, Pastor Chris SVD mengatakan, pembagian baju batik ini merupakan satu kegiatan yang dapat membantu para hamba Tuhan untuk bisa tampil melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang dipercayakan.

“Tentunya kerja sama yang baik, kebersamaan dan suasana persaudaraan ini kiranya dapat menunjang pemerintah dan menunjang para hamba Tuhan, juga mendoakan pemerintah dalam tugas karya maupun pelayanan,” ujarnya.

“Saya berterima kasih. Semoga ini juga menjadi sebuah kesempatan untuk kita saling meneguhkan pada hari-hari yang akan datang,” tambahnya. (Humas/reis/nat)