Christian Sohilait ( FOTO: gratianus silas/cepos)

Melalui Vaksinasi di Tengah Pandemi Covid 19

JAYAPURA- Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan, dan Arsip Daerah (DPPAD) Provinsi Papua, Christian Sohilait, mengaku bahwa adanya pro-kontra perihal vaksin yang dilakukan. Namun, Sohilait menganggap bahwa tidak mungkin pemerintah memiliki niat untuk mencelakai rakyatnya. 

 Sebaliknya, pemerintah hadir untuk memberikan perlindungan bagi rakyatnya. Demikian di tengah pandemi Covid-19, yang notabene terjadi secara global. Sebaliknya pemerintah mengambil perannya guna memberikan proteksi bagi rakyat Indonesia. Salah satunya melalui vaksinasi.

“Saya pikir ada pro – kontra terhadap vaksin ini. Tapi, saya rasa tidak ada niatan pemerintah membunuh rakyatnya. Semua vaksin ini ada dari Tiongkok dan negara lainnya. Jadi, karena itu, secara pribadi saya siap,” ungkap Christian Sohilait, Selasa (12/1) kemarin. 

 Sohialit mengaku bahwa pihak keluarga tidak masalah dirinya menjadi salah satu penerima vaksin pertama di Papua, terutama istrinya. Dengan kesiapannya menjadi salah satu penerima vaksin pertama, selanjutnya tinggal melihat kondisi kesehatannya. 

 “Yang penting semua yang dipersyaratkan itu dari sisi tubuh saya siap setelah melalui pemeriksaan secara menyeluruh. Silahkan periksa saya. Ini kan dari semangat hati saya, bahwa saya siap. Namun, yang lain harus dicek lebih dalam. Keluarga saya tidak ada masalah. Istri saya juga (tidak ada masalah),” tambahnya.

 Perlu diketahui bahwa vaksinasi Covid 19 secara perdana dilakukan di Papua pada Jumat (15/1) di RSUD Jayapura, Kota Jayapura. Ada sejumlah pimpinan dan tokoh Papua yang bersedia menjadi penerima vaksin pertama di Papua, mulai dari Pangdam XVII/Cenderawasih, Wakil Wali Kota Jayapura, Ketua IDI Papua, hingga Kepala DPPAD Provinsi Papua. (gr/ary)