Kapolda Minta Aparat Tidak Terpancing Teror KKB

JAYAPURA-Situasi keamanan di Kabupaten Yahukimo pasca beberapa kali terjadi insiden kekerasan hingga menelan harta benda termasuk korban nyawa masih terbilang kondusif.  Warga dan pegawai masih melakukan aktivitas seperti biasa. 

Pemkab Yahukimo sendiri berupaya mengembalikan situasi ini menjadi lebih kondusif dengan menggandeng tokoh-tokoh agama dan masyarakat untuk menyampaikan kepada jemaat agar menyerahkan  sepenuhnya kepada aparat keamanan.

Selain itu para tokoh juga diminta memberi penyampaian yang menyejukkan agar terbangun psikologi yang aman dan damai. 

Disamping itu, Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli juga tetap meminta agar pelaku ini bisa  diungkap. Ini penting agar tidak timbul kecurigaan satu sama yang lain. “Jangan sampai masyarakat semakin penasaran dan menuding yang tidak-tidak. Kami berharap Polisi bisa segera mengungkap ini apakah satu atau dua orang pelaku dulu baik yang melakukan pembakaran rumah ataupun pembunuhan,” pintanya. 

Hal ini agar ada titik terang atau pintu masuk guna mengetahui siapa pelakunya, dari kelompok mana, suku mana agar tidak saling curiga. Sebab dari kejadian ke kejadian  selalu terjadi di siang hari namun hingga kini belum bisa diungkap siapa pelakunya. 

Didimus berpendapat  bahwa pelakunya nampaknya professional. Sebab setelah kejadian ini tidak ada yang melihat pelakunya.  Karenanya untuk saat ini pemerintah belum bisa memberi pernyataan siapa pelakunya. Sebab pelakunya belum ditemukan dan semua masih menggunakan kalimat orang tak dikenal. 

 Disinggung soal situasi Yahukimo, Didimus menyampaikan bahwa hingga kini kondisi Yahukimo masih berjalan normal baik aktivitas perdagangan serta  aktivitas warga kecuali mereka yang menjadi korban. “Ada kamp yang dibakar pasti trauma dan mengungsi. Mereka pasti cari aman sehingga meninggalkan  lokasi kejadian,” tambahnya. 

Ia juga menyinggung soal pembunuhan yang terjadi beberapa hari lalu. Dimana menurut  politisi senior di Yahukimo ini perbuatan tersebut sangat sadis dan tidak manusiawi.

 Ia menganggap pelaku adalah orang yang tak mengenal Tuhan. Dimana mereka melakukan perbuatan yang sangat dibenci Tuhan sebab yang mengambil nyawa manusia adalah Tuhan, bukan manusia. “Kami mengutuk perbuatan keji seperti itu dan tidak bisa diterima oleh siapapun,” tegasnya. 

Soal penanganan lewat jumlah pasukan, Didimus menyebut bahwa jika melihat Kabupaten Yahukimo yang makin terbuka dan kejahatan cukup meningkat maka sangat  memungkinkan diajukan penambahan pasukan. 

 “Kami akan lakukan evaluasi satu dua hari ini dan selanjutnya mengambil keputusan sebab kami sampaikan yang benar malah diputarbalikkan. Kami dari segi kebutuhan tentu butuh sekali penambahan pasukan. Sebab pelaku diduga juga memiliki senjata. Tapi kami masih perlu mendapat masukan dari muspida untuk selanjutnya diputuskan,” tutupnya.   

Sementara itu, terkait teror Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Yahukimo yang terjadi belakangan ini, Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius D Fakhiri, mengingatkan anggota untuk tidak terpancing dengan kelompok ini.

“Saya sudah menelepon semua anggota untuk tidak terpancing sama kelompok ini. Berkaitan dengan kejadian di Yahukimo sudah ditangani serius oleh Polres Yahukimo dibantu Tim Gakum Nemangkawi dan Satuan Brimob Polda Papua yang sudah berada di sana sebanyak dua pleton,” terang Kapolda, Kamis (19/8).

Kapolda juga meminta penangannya lebih soft. Hal ini agar jangan sampai ada dampak lain dari penanganan yang dilakukan di lapangan. Selain itu, menghindari jangan sampai persoalan ini dibawah ke ranah politik.

“Kita lihat pada sisi penegakan hukumnya. Saya minta Kapolres Yahukimo benar-benar melakukan penanganan secara hukum, melakukan olah TKP dan proses lainnya harus lebih teliti. Saya juga meminta lebih memperhatikan keselamatan perosnel yang ada di sana,” tegas Kapolda.

Untuk tambahan pasukan lanjut Kapolda, belum ada. Namun sebelumnya pihaknya telah mengirim tim di Yahukimo dalam rangka penegakan hukum terhadap beberapa kasus diantaranya kejadian perampasan senjata dan lainnya.

“Kita tetap menggunakan perkuatan yang ada di sana untuk melakukan penegakan hukum, langkah yang dilakukan juga secara soft dan tegas. Siapapun yang terlibat akan kita lakukan penegakan hukum,” ungkap Kapolda.

Sementara itu, imbas dari beberapa peristiwa di Yahukimo menyebabkan pengerjaan jalan di daerah tersebut terhambat. Menanggapi hal itu, Kapolda menyampaikan jumlah kelompok ini (KKB-red) sangat kecil. Untuk itu, pihaknya akan menyelesaikan persoalan yang sebelumnya termasuk meminta kelompok ini untuk mengembalikan senjata yang dirampas.

“Setelah semua persoalan selesai, kita akan melakukan pengamanan ekstra pekerjaan jalan di daerah tersebut. Pembangunan tidak boleh terhenti, karena akses jalan menghubungkan beberapa Ditrik dan Kabupaten yang ada di wilayah tersebut,” pungkasnya. (ade/fia/nat)