Pemeriksaan Warga yang datang ke Wamena di Terminal Kedatangan. ( FOTO: Denny/ Cepos )

Even Wisata FBLB Resmi Dibatalkan 

WAMENA– Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua menyatakan bahwa  iven wisata budaya tahunan Festival Budaya Lembah Baliem a  disepakati untuk dibatalkan atau ditiadakan tahun 2020 ini. Pemdan juga  melarang warga negara asing masuk ke Wamena sementara waktu ini. 

   Hal ini diputuskan setelah digelar rapat koordinasi bersama  Forkopimda terkait upaya pencegahan Virus Corona. Sebab, jika FBLB ini digelar, pasti banyak mengundang turis  asing yang masuk ke Wamena khususnya dari China, karena ditahun lalu diketahui bersama 50 persen wisatawan dari Asia.

  “Hasil rapat kita utuk pelaksanaan FBLB sudah pasti   dibatalkan untuk tahun 2020, kami juga akan keluarkan surat agar mencegah turis asing untuk tidak masuk ke Jayawijaya sementara untuk menjaga penyebaran virus corona,” tegasnya usai rapat degan Forkopimda, Rabu (11/3) kemarin.

   Ia juga menyatakan, hasil rapat dan keputusan ini akan dimasukan dalam surat keputusan Bupati. Bahkan sejak kemarin pemerintah bersama pihak UPBU Wamena telah melakukan  scanner kepada penumpang yang turun di Bandara Wamena dan larangan turis asing masuk Wamena.

  “Tak ada batas waktu yang  kita tentukan kapan larangan ini dicabut, karena kita akan lihat dari perkembangan yang ada, sementara ini surat keputusannya sudah dipersiapkan dan saya akan tandatangani,”kata Jhon Banua.

   Sementara untuk turis sing yang sudah lebih dulu masuk ke Jayawijaya sebelum keputusan dikeluarkan, menurut Bupati, yang sudah masuk pemda akan meminta datanya di Dinas Pariwisata dan tim akan   memantau mereka, sampai mereka meninggalkan Jayawijaya.

   Kata Bupati, pemerintah juga akan menyebarkan surat keputusan Bupati ke agen Travel, Hotel -hotel dan para Guide untuk menghentikan kegiatan FBLB dan masuknya turis asing agar bisa disampaikan kepada wisatawan yang lebih dulu memesan tiket atau penginapan. Sementara untuk alokasi anggaran FBLB akan dimasukan dalam kegiatan rutin seperti karnaval.

   “Khusus untuk kegiatan Perang -perangan dalam FBLB saja yang kita tiadakan sementara waktu, kalau soal anggaran kalau tak digunakan bisa dialokasikan di tahun depan sehingga tak ada masalah,”katanya.

   Secara terpisah Kepala Dinas Parawisata dan kebudayaan Jayawijaya Alpius Wetipo mengakui bahwa  karena virus corona yang sudah mulai masuk ke beberapa negara maka FBLB juga harus dibatalkan sementara waktu. Dimana  virus ini akan berkembang lebih cepat didaerah yang dingin, sehingga pemda sudah menyatakan untuk pembatalan pelaksanaan FBLB.

  “Jadi sudah pasti FBLB dibatalkan, kita akan tunggu surat keputusannya untuk diampaikan ke Provinsi dan kemendikbud,”tutupnya.(jo/tri)