Bupati Jhon Richard Banua, SE, MSi ( FOTO: Denny/ Cepos )

WAMENA – Menyikapi wacana untuk membuka kembali penerbangan sipil di Bandara Wamena, Pemkab Jayawijaya akan merapatkan bersama dengan Bupati di Pegunungan tengah Papua. Artinya, keputusan untuk membuka Bandara Wamena ini  diambil bersama-sama, dan juga mengikuti instruksi dari Pemprov Papua.

   Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua mengaku untuk  membuka kembali akses penerbangan di Jayawijaya memang masih perlu melihat tingkat Pasien yang terpapar Covid -19 di Jayawijaya yang saat ini sudah masuk dalam penularan lokal, namun masalah ini masih perlu dirapatkan lagi bersama Asosiasi Bupati Lapago terlebih dulu.

   “Sebelum kita mengambil keputusan untuk menutup bandara Wamena, kita melakukan rapat dengan seluruh Bupati Lapago untuk mengambil keputusan ini, begitu juga dalam membuka kembali harus dirapatkan bersama lagi,” ungkapnya Rabu (10/6) kemarin.

    Ia menyatakan penutupan akses bandara juga mengacu pada keputusan Gubernur Papua sehingga apabila keputusan gubernur itu meminta untuk membuka akses, maka untuk penerbangan di Jayawijaya juga akan dibuka kembali, namun masih harus memperhatikan prosedur Covid -19  yang diberlakukan nanti.

    “Keputusan dari Pemprov Papua itu akan berlaku hingga 19 Juni mendatang, kita lihat saja apakah usai pembatasan tersebut bandara bisa dibuka kembali untuk penerbangan sipil atau tidak kita di Jayawijaya menyesuaikan saja,”jelas Jhon Banua.

   Sebelumnya Kepala Unit Pelaksana Bandar Udara (UPBU) Kelas I Wamena Faisal Marasabessy menyatakan intinya pihaknya siap untuk membuka kembali penerbangan sipil di Wamena namun perlu ada keputusan dari Bupati Jayawijaya. “Kita tunggu hasil keputusan saja untuk kembali membuka pelayanan penerbangan sipil di Bandara Wamena yangsdisesuaikan dengan Prosedur yang diberlakukan oleh pemerintah daerah,” tutup Faisal. (jo/tri)